Pemerintah

Shalat Idul Adha 1446 H Tingkat Provinsi Aceh Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman

×

Shalat Idul Adha 1446 H Tingkat Provinsi Aceh Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Share this article
Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur. FOTO: humas DSI Aceh.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh mendirikan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah pada hari Jumat, 6 Juni 2025. Ribuan jemaah diperkirakan akan memadati masjid ikonik tersebut untuk melaksanakan ibadah hari raya.

Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur, menyampaikan bahwa penetapan ini didasarkan pada kesiapan infrastruktur, kapasitas daya tampung, serta pertimbangan kondisi cuaca.

“Masjid Raya Baiturrahman dinilai paling representatif untuk menampung jemaah dalam jumlah besar. Selain itu, semua fasilitas pendukung juga sudah siap,” ujar Saifan, Senin (2/6/2025).

 

Tahun ini, pelaksanaan Salat Iduladha mengangkat tema “Momentum Hari Raya Iduladha, Mari Perkuat Ukhuwah dalam Membangun Aceh yang Islam dan Sejahtera.” Salat Iduladha akan dipimpin oleh Imam Rawatib Masjid Raya Baiturrahman, Ustaz Ivan Aulia, Lc., MA.

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Aceh mengimbau jamaah untuk membawa sajadah masing-masing, berwudu dari rumah, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan kenyamanan bersama. Pengaturan lalu lintas dan area parkir juga telah diatur untuk menghindari kemacetan di sekitar kawasan masjid.

Saifan juga memastikan bahwa arah kiblat di Masjid Raya tetap akurat dan tidak mengalami perubahan. Penegasan ini disampaikan menyusul imbauan BMKG agar dilakukan pengecekan ulang arah kiblat secara nasional.

Usai pelaksanaan salat, panitia akan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di halaman masjid. Tahun ini, sebanyak delapan ekor sapi akan dikurbankan, salah satunya merupakan sapi sumbangan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat Aceh melalui sumbangan hewan kurban ini,” pungkas Saifan.

 

Pelaksana salat dan kurban ini diharapkan menjadi momen mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Aceh. [*]