Aceh Besar – Sebanyak 425 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Aceh Besar siap diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M. Para jemaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 05 dan Kloter 11.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, menyampaikan, Kloter 05 akan diberangkatkan lebih dahulu pada 21 Mei 2025 dengan jumlah 43 orang. Sementara sisanya akan tergabung dalam Kloter 11 yang dijadwalkan berangkat pada 28 Mei mendatang.
“Insya Allah, Kloter 05 akan masuk Asrama Haji pada 21 Mei pukul 20.00 WIB. Para jemaah diminta berkumpul di Masjid Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, pukul 15.00 WIB untuk diberangkatkan usai salat Magrib. Sedangkan Kloter 11 akan diberangkatkan dari Masjid Bayu, Kecamatan Darul Imarah,” ujar Saifuddin saat dihubungi suaraaceh.net, Selasa (20/5/2025).
Ia menambahkan, seluruh jemaah saat ini dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah haji. Ia pun mengingatkan agar para jemaah, khususnya yang berusia lanjut, menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas berat menjelang keberangkatan.
“Saya harap jemaah menjaga kondisi tubuh, apalagi banyak yang lansia. Jangan terlalu banyak kegiatan fisik agar tetap fit saat tiba di Tanah Suci,” pesannya.
Sebelumnya, Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, secara resmi melepas keberangkatan 425 JCH Aceh Besar dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Al-Munawwarah, Kota Jantho, Senin (19/5/2025).
Dalam sambutannya, Syech Muharram mengajak seluruh jemaah untuk menjaga keikhlasan niat dan meninggalkan sifat-sifat negatif seperti ria, takabur, dan merasa diri paling baik.
“Kita menuju Tanah Suci, tempat suci. Maka sucikan pula hati dan niat kita. Mudah-mudahan para jemaah mendapat haji yang mabrur dan makbul,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar para jemaah yang lebih muda ikut membantu dan peduli terhadap jemaah lanjut usia, sebagai bentuk kebersamaan dan saling tolong-menolong sesama umat.
“Kita satu kloter, satu keluarga besar. Yang muda tolong yang tua. Jangan hitung lelah, karena insya Allah setiap langkah akan dimudahkan oleh Allah SWT,” imbuhnya.
Prosesi pelepasan jemaah juga diwarnai dengan tradisi adat Aceh, yaitu peusijuek atau tepung tawar, sebagai bentuk doa dan harapan agar perjalanan ibadah para jemaah berlangsung lancar dan penuh berkah. (*)













