DaerahHeadline

348 Orang di Aceh Terdiagnosisi Kasus HIV/AIDS Sepanjang Tahun 2024

×

348 Orang di Aceh Terdiagnosisi Kasus HIV/AIDS Sepanjang Tahun 2024

Share this article
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman. Foto: Dinkes Aceh.

*Banda Aceh duduki Peringkat Pertama

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Aceh mencatat kasus HIV/AIDS menunjukkan angka tertinggi di tahun 2024. Pada tahun itu terdapat 348 orang terdiagnosis positif HIV berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 109.645 orang di seluruh Aceh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman mengatakan kasus tertinggi terjadi di kota Banda Aceh dengan catatan jumlah kasus tertinggi mencapai 146 kasus.

Kemudian disusul Kabupaten Aceh Utara dengan 34 kasus, Kota Langsa 30 kasus, Kota Lhokseumawe 26 kasus, Bireun 23 kasus, Pidie 15 kasus, Aceh Barat dan Aceh Tenggara masing-masing 15 kasus.

“Sedangkan wilayah yang tidak ada kasus HIV sepanjang tahun 2024 yaitu Sabang, Gayo Lues, Aceh Selatan dan Aceh Jaya,” kata dr. Iman, Kamis (9/1/2025).

Ia mengungkapkan bahwa penyebaran HIV di Aceh berasal dari hubungan seksual sesama jenis atau kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL).

“Saat ini memang banyak terdeteksi para penyuka sesama jenis yang menjadi penderita HIV,” ujarnya.

Angka ini turut menunjukkan tren peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data 2004 hingga 2024 penemuan kasus HIV/AIDS di Aceh mencapai 1.735 orang.

Di mana kasus ini mengalami kenaikan drastis pada tahun 2021 dengan jumlah 181 kasus, tahun 2022 terdapat 277 kasus, 2023 tercatat 309 kasus dan tahun 2024 tercatat 348 kasus.

Untuk menekan angka penyebaran HIV, dr. Iman menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga instansi terkait.

“Pencegahan harus dimulai dari edukasi kepada anak muda, terutama pelajar, hingga pasangan suami istri yang perlu menjalani tes HIV secara rutin. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” katanya. (*)