EkonomiHeadline

Dosen UTU Dampingi Petani Kopi Aceh Tengah dalam Manajemen Risiko dan Akses Keuangan

×

Dosen UTU Dampingi Petani Kopi Aceh Tengah dalam Manajemen Risiko dan Akses Keuangan

Share this article
Tim dosen Universitas Teuku Umar (UTU) bersama kelompok tani Musara Miko berfoto bersama di lahan kopi Desa Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, saat melaksanakan program pengabdian masyarakat terkait manajemen risiko dan peningkatan akses keuangan.

Aceh Tengah – Dosen dari Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada manajemen risiko dan peningkatan akses keuangan bagi petani kopi di Desa Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Program ini merupakan bagian dari pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2024.

Kegiatan ini bertujuan membantu kelompok tani Musara Miko dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian, terutama masalah hama penggerek buah kopi (PBKo) dan peningkatan manajemen keuangan. Anisah Nasution, S.E., M.Si, ketua tim pengabdian ini, menjelaskan pentingnya manajemen risiko dalam mengendalikan hama PBKo yang dapat menurunkan produksi dan kualitas kopi hingga 10%-40%. “Jika tidak dikendalikan, hama ini bisa berdampak signifikan pada produksi,” ujarnya.

Selain itu, Hafizhah Risnafitri, M.Ak, anggota tim pengabdian, memberikan pelatihan tentang pembukuan keuangan kepada petani. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para petani memiliki akses yang lebih mudah ke lembaga keuangan, seperti pinjaman atau program bantuan, yang dapat digunakan untuk memperluas usaha tani mereka.

Sebagai bagian dari program, tim UTU juga menghibahkan mesin pengolahan kopi, seperti mesin pulpel, huller, dan sortasi kopi kepada kelompok tani Musara Miko. Mesin-mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

Mashuri, Ketua Kelompok Tani Musara Miko, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UTU. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan mesin dan ilmu yang diberikan. Ini akan sangat membantu dalam mengelola risiko dan meningkatkan mutu kopi kami,” ujarnya.

Para petani menyambut baik program ini, karena selain pengetahuan teknis tentang pertanian, mereka juga mendapatkan pelatihan dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik. Program ini juga didampingi oleh penyuluh pertanian, Ir. Masna Manurung, M.P., yang memastikan seluruh proses berjalan lancar di lapangan.

Melalui program pengabdian ini, diharapkan para petani kopi di Aceh Tengah dapat lebih mandiri dalam menghadapi tantangan pertanian dan meningkatkan kualitas serta nilai ekonomi kopi mereka. (*)