Banda Aceh — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, mengatakan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja yang berada di Gampong Lampulo, Banda Aceh mengalami pendangkalan sehingga butuh pengerukan.
Menurutnya, saat ini kondisi kedalaman kolam labuh kecil di PPS Kutaraja sudah minus empat. Sedangkan kolam labuh besar yang diperuntukkan bagi kapal-kapal di atas 60 GT rata-ratanya masih minus dua.
“Jadi yang kita harapkan di sana adalah minus lima. Sehingga kapal-kapal di atas 60 GT, bahkan di atas 100 GT juga bisa masuk dan sandar,” kata Aliman saat mendampingi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI? Agung Laksono meninjau PPS Kutaraja di Gampong Lampulo, Banda Aceh, Jumat (9/8).
Aliman menyampaikan, jumlah kapal bersandar di pelabuhan Kutaraja sudah mencapai 567 unit. Namun daya tampung kolam sangat terbatas karena sebagian kolamnya masih dangkal.
Oleh karena itu, kata Aliman, pihaknya sudah mengajukan proposal pengerukan kolam labuh kapal dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya untuk PPS Kutaraja kepada Agung Laksono.
“Kita sampaikan kepada Pak Agung Laksono mohon bantuan beliau nanti kepada bapak presiden dan kementerian terkait agar dapat membantu kita khususnya untuk pengerukan kolam labuh dan beberapa fasilitas pendukung untuk pelabuhan ini,” ujarnya.
Aliman berharap pemerintah melalui kementerian terkait dapat segera melakukan pengerukan tersebut sehingga penampungan kapal nelayan di kolam labuh PPS Kutaraja bisa lebih banyak.
“Kalau kolam labuh kita ini sudah dikeruk, mungkin semua kapal yang ada di Banda Aceh ini bisa masuk kemari semua,” tutupnya.













