Beranda Headline Tim Erasmus USK Bahas Perkembangan Olahraga di Bangalore India

Tim Erasmus USK Bahas Perkembangan Olahraga di Bangalore India

Tim Erasmus Project Universitas Syiah Kuala (USK) berkunjung ke kampus Bangalore India membahas perkembangan olahraga. Foto: Humas/USK.

Banda Aceh – Tim Erasmus Project Universitas Syiah Kuala (USK) berkunjung ke kampus Bangalore India, untuk membahas perkembangan olahraga. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahun ketiga dari SPIRIT project USK yang didanai oleh Erasmus+Programme of the European Union.

Tuan rumah dari kegiatan ini adalah International School Business & Research (ISBR) Bangalore, India. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, mulai dari hari Kamis, 29 Februari 2024 sampai dengan Selasa 5 Maret 2024.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari empat negara, diantaranya: Indonesia, India, Srilanka dan Eropa yang masing-masing negara diwakili oleh 4-6 peserta. Adapun tema yang diusung pada kesempatan tersebut ialah: Sport and Physical Education as a vehicle for Inclusion and Recognition in India, Indonesia, and Sri Lanka.

Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan salah satu wakil dari Indonesia, selain Universitas Sumatera Utara dan Institut Pertanian Bogor.

USK mengirimkan 4 delegasi: Direktur Pascasarjana USK, Prof. Dr. Hizir sebagai koordinator dari kegiatan ini. Lalu ada Prof. Dr. Yusni, M.Kes., AIF, dosen Fakultas Kedokteran, Dr. Yeni Marlina, S.Pd., M.Pd Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta satu mahasiswa S2 Magister Pendidikan Olahraga, Hardian, S.Pd.

Prof Hizir menjadi salah satu pemateri pada panel diskusi, yang mengangkat tema mengenai: Recognition and inclusion in sport in select Asian and European Countries. Dimana titik fokus bahasan terkait teknologi dan olahraga.

Pada kegiatan itu, pemateri dari negara Uni Eropa khususnya Cyprus, Spanyol dan Portugal dan juga Asia memberikan materi terkait bagaimana mengembangkan event olahraga dan meningkatkan prestasi atlet secara terintegrasi dengan melibatkan pakar dari multidisiplin.

“Tidak hanya fokus pada olahraga prestasi saja, namun kegiatan ini juga membahas bagaimana membudayakan masyarakat untuk berolahraga, dan menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga dan pola makan sehat-seimbang,” jelas Prof Hizir.

Adapun sejumlah giat lainnya dalam lawatan tersebut, yaitu: melakukan pelaporan tahunan project SPIRIT Erasmus plus, International conferences, Panel Discussion, fun walk, dan study tour untuk observasi terkait fasilitas olahraga di Bangalore, India.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini menitik beratkan pada pengembangan olahraga prestasi untuk atlet dan juga masyarakat yang berkebutuhan khusus (disabilitas). Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan hidup sehat masyarakat melalui penerapan gaya hidup sehat dengan berolahraga, mengatur pola makan yang sehat dan seimbang.

“Kegiatan ini akan melahirkan kerjasama antara negara Uni Eropa dan Asia di bidang olahraga dan kesehatan,” bebernya. (*)