Beranda Headline Dukung Prabowo-Gibran, Prodin Aceh Singkil Nilai Safaruddin Layak Lanjutkan Perjuangan di DPRA

Dukung Prabowo-Gibran, Prodin Aceh Singkil Nilai Safaruddin Layak Lanjutkan Perjuangan di DPRA

Pemuda dan Mahasiswa Aceh Singkil dari berbagai komunitas di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang tergabung dalam Pemuda Pro Safaruddin (Prodin) Aceh Singkil mendukung Safaruddin dalam pencalonan legislatif (Pileg) 2024 untuk DPRA dan Mendukung Prabowo-Gibran Untuk Pilpres 2024. Foto: Relawan/Prabowo-Gibran Aceh.

Banda Aceh – Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Singkil dari berbagai komunitas di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang tergabung dalam Pemuda Pro Safaruddin (Prodin) Aceh Singkil, mendeklarasikan diri mendukung Safaruddin dalam pencalonan legislatif (Pileg) 2024 untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dalam deklarasi yang digelar di salah satu Cafe di Banda Aceh pada Sabtu (20/1/2024) itu, Prodin Aceh Singkil juga menyatakan turut berkomitmen untuk memenangkan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

“Karena semenjak beliau (Safaruddin) memimpin DPRA, kami melihat kinerja-kinerja beliau yang sangat jelas. Salah satunya yang dilakukan di Aceh Barat Daya (Abdya). Sementara pada Pak Prabowo kami melihat beliau sosok yang pejuang. Menurut kami Pak Prabowo ini mampu untuk menjadi Presiden RI periode 2024-2029,” kata Prodin Aceh Singkil, Rahman Sulampi.

Selain itu, Rahman juga menilai Safaruddin, yang kini menjabat Wakil Ketua DPRA dari Partai Gerindra dan kembali maju sebagai Caleg DPRA untuk Dapil 9, ini adalah sosok yang dermawan. Maka itu, kata dia, Safaruddin pantas untuk di perjuangkan kembali.

Bahkan, tidak hanya dilihat dari kedermawannya. Rahman juga menilai di masa kepemimpinan Safaruddin, segala sesuatu yang dilakukan juga berdampak kepada kabupaten/kota seluruh Aceh, bukan hanya di Dapil 9 saja.

“Harapan kami untuk Prodin, semoga Bang Safaruddin ini terpilih kembali melanjutkan estafet-estafet terdahulu dan melanjutkan aspirasi-aspirasi yang tertunda. Karena aspirasi ini tidak cukup untuk lima tahun. Kalau seandainya layak, jadi layak untuk di perjuangkan,” ungkapnya. [*]