Headline

Banda Aceh Validasi Data Balita Sebagai Upaya Penurunan angka Stunting

×

Banda Aceh Validasi Data Balita Sebagai Upaya Penurunan angka Stunting

Share this article
Kadinkes Kota Banda Aceh, Lukman.

Banda Aceh – Dinas Kesehatan melalui seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi telah melaksanakan kegiatan pertemuan validasi data stunting bersama Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan Bidan Desa se Aceh.

“Saya ingin semua balita yang ada di Kota Banda Aceh ini terpantau dengan baik tumbuh kembangnya, sehingga kita dapat segera mengatasi permasalahan stunting,” kata Kadinkes Banda Aceh, Lukman, Selasa (01/11/2022).

Lukman menyampaikan, seluruh tenaga kesehatan untuk bererak cepat melakukan aksi perbaikan data aplikasi EPPBGM agar yang di input kedalam aplikasi tersebut lebih valid dan lebih akurat.

“Sehingga, semua data balita yang ada di Kota Banda Aceh dapat terdata secara keseluruhan dan terinput ke aplikasi tersebut,” ucapnya.

Selama ini, kata Lukman, data yang diinput ke aplikasi EPPBGM diperoleh dari kader posyandu berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan di posyandu dan sweeping yang dilakukan secara jemput bola ke rumah-rumah balita.

Dirinya berharap adanya dukungan penuh dari aparatur gampong terutama kecik dalam meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya ibu balita untuk berkunjung ke posyandu.

Manfaatnya, agar mereka dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, sehingga bisa terdeteksi lebih cepat jika ada balita stunting di gampong.

Melalui posyandu, pemerintah berupaya untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat, seperti perbaikan gizi dan kesehatan, pendidikan dan perkembangan anak hingga ketahanan pangan.

“Untuk itu, sudah seharusnya masyarakat lebih memanfaatkan posyandu,” pungkas Lukman.

Untuk diketahui, stunting juga bisa disebabkan karena seorang ibu mengalami anemia. Karena pencegahan dapat dilakukan sejak mereka masih remaja.

Di mana, setiap remaja putri berumur mulai 12 sampai 18 tahun diharuskan minum obat tablet tambah darah. Karena remaja putri ini adalah nanti kedepan mereka akan menjadi calon seorang ibu yang akan melahirkan anak-anaknya.

Langkah tersebut, penting dilakukan sehingga nantinya saat remaja putri dewasa dan hamil, ia diharapkan tidak melahirkan seorang bayi dalam kondisi stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Hanif menyatakan Aceh menempati urutan ketiga terbanyak jumlah stunting dibandingkan dengan provinsi lain, atau sekitar 33,2 persen dari jumlah balita di Aceh mengalami stunting.

“Untuk tahun ini kita akan mencoba melakukan penanganan dengan lebih serius dalam upaya menurunkan angka stunting di Aceh,” kata dr Hanif.

Ia menyebutkan, ada beberapa program yang sudah direncanakan dan sudah dilakukan di tahun 2022 oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan. Pertama, pihaknya sudah menyiapkan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil di Aceh.

“Saat ini masih dalam proses distribusi, sampai hari ini sudah 12 kabupaten/kota yang telah didistribusi makanan tambahan,” tutur dr Hanif. (*)

| Advertorial.