Banda Aceh – Oryza Group melalui merek dagang Oryza Cigarette yang beralamat di Kecamatan Darussalam Aceh Besar, siap menggebrak dan bersaing dengan produsen rokok kretek nasional.
Sebagai satu satunya produsen rokok kretek di wilayah Aceh Besar, Oryza Group berharap dapat bersaing dan menjadi primadona baru bagi pecinta rokok di wilayah Aceh maupun nasional.
“Perusahaan kami baru berdiri 2021 dan tahun ini baru berdiri industrinya. Dengan kehadiran industri tembakau ini diharapkan rokok Aceh dapat bersaing di tanah Aceh maupun nasional ke depannya,” kata Direktur Utama Oryza Group Fendy SyaThputra, Senin (14/2/2022).
Oryza Cigarette, kata Fendy, telah merampungkan segala perizinan untuk produksi tembakaunya. Dia berharap, dengan dibukanya industri ini maka tembakau Aceh dapat dikenal secara nasional dan bersaing dengan tembakau dari pulau jawa.
Dengan ada industri ini, dia juga mengharapkan oryza cigarette dapat membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu pelinting di sekitar Aceh Besar yang sekarang sudah memasuki proses training.
“Aceh adalah salah satu konsumen terbesar bagi rokok kretek yang didominasi oleh produsen di Pulau Jawa, Tapi kita sangat sedikit memperoleh manfaat atas konsumsi tersebut. Atas dasar itu, kami membuat industri tembakau di Aceh agar tembakau dan tenaga kerja Aceh dapat merasakan manfaat ini,” ungkap Fendy.
Oryza Cigarette, lanjut Fenddy, rencananya akan beroperasi penuh pada Maret 2022 dan saat ini sedang menunggu pemesanan pita cukai kepada bea cukai Banda Aceh.
“Diharapkan pemerintah membantu industri ini, dengan harapan dapat menggerakkan ekonomi daerah dan masyarakat Aceh dengan Industri tembakaunya sendiri,” imbuhnya. [*]













