Beranda Aceh 74 Penyuluh Pertanian Aceh Besar Terima SK P3K

74 Penyuluh Pertanian Aceh Besar Terima SK P3K

88
0
BERBAGI

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar H Mawardi Ali menyerahkan Surat Keputusan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (SK P3K) kepada 74 penyuluh pertanian di kabupaten setempat.

Prosesi penyerahan tersebut berlangsung di halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 9 Maret 2021.

Kegiatan penyerahan SK itu turut dihadiri Asisten I dan III Setdakab Aceh Besar Abdullah, Jamaluddin, Kepala BKPSDM Aceh Asnawi, Kadis Pertanian Jakfar SP, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, dan para pejabat dijajaran BKPSDM serta Distan Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali menyampaikan, pengangkatan P3K terhadap penyuluh itu sesuai dengan perjanjian kerja untuk jangka wartu tertentu, dan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen P3K.

“Harapan saya kepada para penyuluh yang menerima SK P3K ini supaya amanah dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Mawardi Ali saat penyerahan SK.

Mawardi juga berharap dengan kehadiran penyuluh P3K dapat meningkatkan sumber daya manusia khususnya para petani, sehingga mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara intensif.

Di mana, untuk mewujudkan pertanian yang tangguh demi kemantapan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Mawardi menuturkan, penyuluh pertanian sangat diperlukan untuk peningkatan sumber daya tersebut, mengingat Aceh Besar sebagai wilayah agraris lumbung pertanian. Kerja sama para petani dengan pemerintah melalui penyuluh atau dokter tumbuhan ini akan memperkuat pertanian Aceh Besar.

Penyuluh pertanian juga diminta dapat menginisiasi beberapa pilot projek tanaman pangan, seterusnya agar menjadi percontohan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

“Para penyuluh harus terus membina para petani untuk menghasilkan produksi pertanian yang baik dan berkembang,” pinta Bupati Mawardi Ali.


Kadistan Aceh Besar: Penyerahan SK P3K Tingkatkan Semangat Kerja Penyuluh

Aceh Besar – Sebanyak 74 penyuluh pertanian di Kabupaten Aceh Besar sudah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) setelah menjalani tahapan seleksi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP mengatakan, Surat Keputusan (SK) P3K penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian RI tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Besar Mawardi Ali pada Selasa, 9 Maret 2021.

“Sebanyak 74 penyuluh pertanian Aceh Besar sudah dinyatakan lulus dan menerima SK dari Pemerintah Pusat, dan tadi sudah diserahkan langsung oleh bapak Bupati Mawardi Ali,” kata Jakfar SP kepada wartawan, di Aceh Besar, Selasa (9/3/2021).

“Mereka yang lulus ini sudah mengikuti seleksi dari total 79 peserta, dan hanya 74 yang dinyatakan lulus. Sedangkan empat orang lagi tidak mencukupi passing grade,” ujarnya.

Jakfar menyampaikan, para penyuluh pertanian Aceh Besar sebelumnya hanya berstatus sebagai tenaga harian lepas (THL) sejak beberapa tahun lalu dari tiga angkatan yakni 2007 hingga 2009.

“Mereka para penyuluh yang mendapatkan SK dari Pemerintah Pusat tersebut sebelumnya hanya sebagai tenaga harian lepas (THL),” ucapnya.

Kata Jakfar, selain dari 74 orang tersebut, sebagian dari penyuluh sudah ada yang diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), yaitu mereka yang umurnya belum melewati 35 tahun.

Sementara penyuluh lainnya yang sudah berumur 35 tahun ke atas mereka tidak bisa lagi diangkat menjadi pegawai.

“Maka dari itu mereka hanya diangkat untuk menjadi P3K oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian RI,” imbuh Jakfar.

Jakfar berharap, dengan diserahkannya SK tersebut oleh pemerintah, maka dapat meningkatkan semangat kerja mereka di lapangan untuk membantu tugas-tugas pertanian.

Jakfar menuturkan, para penyuluh ini memiliki tugas khusus yaitu memberikan penyuluhan kepada petani di Aceh Besar seperti melakukan pembinaan, mendampingi serta memberikan inovasi baru dalam hal berusaha tani atau peningkatan produksi pertanian.

“Jika penyuluh semangat menjalankan tugasnya, maka nantinya dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dari segala aspek, serta peningkatan kesejahteraan para petani di seluruh Aceh Besar,” katanya.

Jakfar menambahkan, para penyuluh yang menerima SK P3K ini akan ditempatkan di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) dengan harapan dapat memaksimalkan hasil produksi pertanian di wilayah masing-masing.

“Para penyuluh ini langsung kita tempatkan di lapangan, memberikan ilmu kepada petani. Kita berharap peran penyuluh menjadikan Aceh Besar sebagai daerah salah satu lumbung pangan Aceh,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Jakfar juga menyampaikan bahwa para penyuluh sebelumnya juga keluhan layaknya manusia biasa, di mana mereka sudah sejak lama menantikan moment seperti ini yakni diberikan SK P3K tersebut.

Apalagi, sebagian rekan-rekan seperjuangan mereka telah banyak yang diangkat menjadi PNS, sementara mereka masih THL. Karena itu tentunya para penyuluh bersyukur atas kebijakan pemerintah ini.

“Syukur alhamdulillah hari ini setelah mengikuti tes mereka sudah mendapatkan SK P3K. Dan mereka akan bekerja maksimal meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayah tugas masing-masing,” pungkas Jakfar.


Penyuluh Pertanian Diharapkan Menjadi Guru bagi Petani

Aceh Besar – Kepala Bidang (Kabid) Penyuluh pada Dinas Pertanian Aceh Besar, Fahrizal mengatakan, dari pertama ada kontrak pusat yaitu tes tenaga kontrak harian lepas (THL) yang bersumber kontrak dari anggaran APBN Aceh Besar untuk penyuluh pertanian yang ditempatkan di seluruh Indonesia.

“Kita disini Kabupaten Aceh Besar sudah pernah diangkat sebagian yang dibawah umur 35 tahun itu sudah diangkat 2017,” kata Fahrizal di Aceh Besar, Rabu, 10 Maret 2021.

Menurut Fahrizal, mereka sudah diangkat sebanyak 88 orang jadi PNS dan sisanya 78 orang tidak bisa diangkat jadi PNS dari THL BPP. Mereka tetap jadi tetap di THL BPP. Kemudian, kata Fahrizal, pada tahun 2019 sudah dibuka tes untuk menjadi P3K karena disaat itu 2016.

“Kita sudah ikut tes dan penyuluh kita thl BIP lewat tes passing grade nya 74 orang dari 78 orang,” ujarnya.

Diantaranya, kata Fahrizal, dua orang dari THL BPP merupakan paramedik dari THL dibawah Dinas Pertanian Aceh Besar. Secara otomatis, mereka menjadi penyuluh pertanian.

“Total untuk Aceh Besar 74 orang yang lolos passing grade dan lolos tes empat orang masih belum lewat dan tetap dikontrak sebagai tenaga harian lepas BPP,” ungkapnya.

Fahrizal mengatakan, meski status mereka saat ini sudah berubah menjadi P3K, tetapi hal itu sama semua dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hanya saja yang membedakan keduanya, mereka yang P3K itu tidak ada pensiun untuk mereka.

“Jadi mereka juga boleh naik pangkat, sama persis seperti PNS pada umumnya. Mereka THL BPP lebih cenderung tugasnya mendampingi penyuluh PNS ataupun dalam bekerja mereka didampingi oleh penyuluh PNS,” jelasnya.

Fahrizal melanjutkan, saat ini mereka sudah berubah status menjadi P3K dan itu sama seperti PNS biasa yang lain, mereka sudah bisa mandiri dan bekerja sendiri. Otomatis tugasnya itu juga seperti tugas PNS.

“Kalau untuk bidang penyuluhan, mereka sudah bekerja sebagai THL itu sudah 12-13 tahun. Jadi tidak diragukan lagi dalam menjalankan tugas keseharian mereka. Mereka langsung beradaptasi di lapangan,” ujarnya.

Dinas Pertanian berharap, mereka yang telah mendapat SK tersebut, agar meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. Disiplin sebagai guru petani dan dokter tanaman.

“Jadi peran mereka diharapkan aktif dalam membina kelompok tani, membina petani perorangan dan juga membuat inovasi-inovasi baru di lapangan yang berdampak positif bagi petani dan kelompok tani,” kata dia.

Sementara itu, lanjut Fahrizal, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali juga berharap demplot-demplot yang dibuat oleh penyuluh nantinya menjadi contoh untuk petani dilapangan bersama dengan penyuluh P3K, agar bisa membangun Aceh Besar yang lebih baik lagi kedepannya.

“Mereka penyuluh tetap harus belajar, karena petani kita sekarang kemampuannya sudah di atas rata-rata karena dengan adanya teknologi terbaru seperti google dan sebagainya petani sudah mulai belajar dari dunia maya,” imbuhnya.

Kehadiran teknologi informasi yang pesat saat ini juga harus dibuktikan secara langsung dilapangan sesuai dengan teori yang mereka sampaikan. Disamping memperdalam teknologi, mereka penyuluh juga harus tetap belajar mengasah kemampuan dan beradaptasi dengan lingkungan wilayah kerja mereka.

“Mereka bisa menghapal karakter manusia yang ada ataupun karakter-karakter petani dari Aceh Besar. Tentunya itu beda-beda dari kecamatan satu dengan kecamatan lainnya,” jelasnya.

Fahrizal berharap, para penyuluh pertanian agar meningkatkan kekompakan, kekeluargaan didalam bidang penyuluhan. Pihaknya tetap mengedepankan kekeluargaan dan bekerjasama dalam penyelesaian tugas serta membuat tim untuk ke lapangan.

“Jadi penyuluh itu diharapkan disiplin kerja dan tanggungjawab moral mereka terhadap petani dan tugas yang sudah dibebankan kepada mereka,” terangnya.

Penyuluh pertanian itu, kata Fahrizal juga mempunyai tanggungjawab sosial untuk membangun pertanian di Kabupaten Aceh Besar, khususnya untuk meningkatkan kapasitas dari petani di Aceh Besar.

“Jadi mereka juga tidak menilai semua dari materi tetapi lebih ke tanggungjawab sosial mereka, tanggungjawab moral terhadap pembangunan pertanian di kabupaten Aceh Besar Khususnya untuk meningkatkan kapasitas dari petani kita yang ada di Kabupaten Aceh Besar,” tutup Fahrizal. (R)