BeritaHeadline

Kupas Tuntas Independensi Penyelenggara, KIP Banda Aceh Gelar Mimbar Demokrasi pada HUT KPU

×

Kupas Tuntas Independensi Penyelenggara, KIP Banda Aceh Gelar Mimbar Demokrasi pada HUT KPU

Share this article
Ketua KIP Kota Banda Aceh, Saiful Haris bersama para narasumber dan peserta foto bersama usai mengikuti kegiatan Mimbar Demokrasi dalam rangka memperingati HUT ke-73 KPU di Aula Kantor KIP Kota Banda Aceh, Sabtu (7/11/2026). Foto: (Humas KIP Kota Aceh)

Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menggelar Seri Pendidikan Pemilih bertajuk Mimbar Demokrasi dalam rangka memperingati Hari Lahir Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke-73 yang diperingati setiap 7 November bertempat di Aula Kantor KIP setempat pada Sabtu (7/11/2026). Adapun tahun ini mengusung tema “73 Tahun KPU: Mengawal Suara Rakyat, Menjaga Demokrasi”.

Kegiatan ini menjadi refleksi atas perjalanan 73 tahun lembaga penyelenggara pemilu sejak 7 November 1953 dalam menjaga kedaulatan rakyat dan konsolidasi demokrasi di Indonesia, termasuk di Aceh.

Sebelumnya, pada rangkaian peringatan HUT ke-73 KPU Tahun ini, KIP Kota Banda Aceh telah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa Donor Darah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Ziarah ke Makam Ulama Syech Abdur Rauf As-Singkili (Syiah Kuala), serta Santunan dan Do’a Bersama Anak Yatim.

Pada Kegiatan Mimbar Demokrasi sendiri, KIP Kota Banda Aceh menghadirkan dua tokoh penting kepemiluan sebagai narasumber yang handal. Narasumber pertama, Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., S.H., M.Si., akademisi FISIP UNDIP yang pernah menjabat Ketua Bawaslu RI (2008-2011) dan Anggota DKPP RI (2012-2017), yang mengulas fondasi etik penyelenggara dengan materi “Independensi dan Integritas Penyelenggara: Fondasi Kepercayaan Publik”.

Narasumber kedua, Tgk. H. Akmal Abzal, S.H.I., M.H., mantan Komisioner KIP Aceh Periode 2008-2013 dan 2018-2023, membedah konteks keAcehan dengan materi “Masa Depan Demokrasi Aceh: Evaluasi Pemilu dan Agenda Pembenahan Menuju Pemilu 2029”.

Ketua KIP Kota Banda Aceh, Saiful Haris, mengatakan Mimbar Demokrasi bukan sekadar seremonial Hari Lahir semata, tetapi menjadi ruang evaluasi dan pembelajaran untuk persiapan pemilu mendatang.

“73 tahun adalah usia matang. Tantangan kita bukan lagi sekadar teknis pemungutan suara, tapi bagaimana menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan apatisme. Kuncinya ada pada independensi dan integritas penyelenggara. Itu yang akan kita perkuat di Banda Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saiful Haris menjelaskan, rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan sebelumnya merupakan wujud pemaknaan Hari Lahir KPU secara lebih humanis membentuk solidaritas antar sesama.

“Kami ingin memaknai 73 Tahun KPU tidak hanya dengan forum diskusi, tapi juga dengan aksi kemanusiaan. Donor darah dan cek kesehatan gratis adalah bentuk kepedulian kami kepada sesama, ziarah ke makam Ulama Syiah Kuala adalah bentuk penghormatan atas sejarah dan nilai keislaman di Aceh, serta santunan anak yatim sebagai wujud rasa syukur. Demokrasi yang kami kawal harus beriringan dengan kepekaan sosial,” jelas Saiful Haris.

Menurutnya, agenda menuju Pemilu 2029 harus dimulai sejak sekarang, dengan pendidikan pemilih yang berkelanjutan dan berbasis data evaluasi pada Pemilu 2024 lalu.

Melalui seri Mimbar Demokrasi, KIP Kota Banda Aceh berharap terbangun dialog yang konstruktif antara penyelenggara, akademisi, ulama, dan generasi muda untuk melahirkan demokrasi Aceh yang lebih partisipatif dan bermartabat.(*)