BeritaHeadline

Bustamam Ali Ingatkan Calon Ketua PWI Aceh Utamakan Persatuan dan Jaga Marwah Organisasi

×

Bustamam Ali Ingatkan Calon Ketua PWI Aceh Utamakan Persatuan dan Jaga Marwah Organisasi

Share this article
Wakil Ketua Dewan Penasihat PWI Aceh, Dr. Bustamam Ali, M.Pd.,. Foto: (Dokumen. PWI Aceh).

BANDA ACEH – Menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) ke-13 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Wakil Ketua Dewan Penasihat PWI Aceh, Dr. Bustamam Ali, M.Pd., mengingatkan seluruh calon Ketua PWI Aceh agar mengedepankan persatuan, menjaga silaturahmi, serta menjunjung tinggi marwah organisasi.

Ia menegaskan, kontestasi pemilihan Ketua PWI Aceh hendaknya menjadi ajang demokrasi yang berlangsung secara sehat, bermartabat, dan penuh semangat kekeluargaan. Perbedaan pilihan maupun dukungan merupakan hal lumrah dalam sebuah organisasi, tetapi jangan sampai memicu perselisihan yang merusak hubungan persaudaraan sesama anggota PWI Aceh.

“Jangan saling menjelekkan antarsesama calon. Kita harus tetap menjaga suasana kekeluargaan dan silaturahmi yang selama ini sudah terbangun. Jangan sampai keributan internal ini justru menjadi tontonan orang luar. Marwah PWI harus kita kedepankan demi menjaga nama baik organisasi,” ujar Bustamam Ali, Jumat (30/10/2026), di Banda Aceh.

Sebagai salah seorang tokoh senior yang telah lama berkiprah di PWI Aceh, Bustamam mengajak seluruh calon untuk mendinginkan hati, mengendalikan diri, serta berkompetisi secara sehat dengan tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

Menurutnya, setiap calon harus memiliki niat tulus untuk membangun organisasi, bukan menjadikan jabatan sebagai sarana memenuhi kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jauhkan segala bentuk kepentingan pribadi. Yang harus kita utamakan adalah kepentingan bersama, yaitu keluarga besar PWI Aceh. Pemilihan ini hanya berlangsung sesaat, tetapi hubungan kekeluargaan dan silaturahmi harus tetap terjaga untuk selamanya,” pesannya.

Ia juga berharap siapa pun yang nantinya dipercaya menjadi Ketua PWI Aceh mampu menjalankan amanah dengan baik, bersikap bijaksana, serta merangkul seluruh anggota tanpa membedakan pilihan dan dukungan selama proses pemilihan.

Menurut Bustamam, seorang pemimpin PWI tidak hanya dituntut mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga harus menjadi teladan, menjaga kehormatan profesi wartawan, serta memperkuat solidaritas di kalangan insan pers.

Bustamam turut mengenang perjalanan pengabdiannya selama tiga periode menjabat sebagai Sekretaris PWI Aceh pada masa kepemimpinan almarhum tokoh pers Aceh, Sjamsul Kahar.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, dinamika dalam setiap kontestasi pemilihan Ketua PWI Aceh memang selalu terjadi dan terkadang berlangsung hangat. Namun, para pengurus dan anggota pada masa itu tetap berupaya menjaga agar perbedaan di internal organisasi tidak berkembang menjadi perselisihan terbuka yang dapat mencoreng nama baik PWI.

“Selama tiga periode saya menjadi Sekretaris PWI Aceh, dinamika dalam pemilihan ketua memang selalu ada dan terkadang berlangsung hangat. Namun, kita tetap menjaga agar persoalan internal tidak mengemuka keluar. Setelah pemilihan selesai, kita kembali bersama sebagai satu keluarga besar PWI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap Konferprov ke-13 PWI Aceh dapat berlangsung secara demokratis, jujur, transparan, dan tertib sesuai dengan ketentuan organisasi. Seluruh calon beserta para pendukung diharapkan menghormati setiap tahapan konferensi, menjunjung tinggi aturan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa dan sportif.

Baginya, Konferprov ke-13 bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan, melakukan pembenahan organisasi, dan meningkatkan profesionalisme wartawan di Aceh.

“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin kita bersama. Mari kita dukung dan berikan kepercayaan untuk menjalankan amanah. Jangan karena perbedaan pilihan, silaturahmi terputus dan persaudaraan menjadi renggang,” pungkasnya. (*)