BANDA ACEH – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan Service Excellent bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada 20–21 Oktober 2026, tersebut digelar di Hotel Rasamala, Banda Aceh, dengan melibatkan 60 ASN dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Banda Aceh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan profesionalisme dan budaya kerja yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pelatihan dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dr. Drs. Samsul Bahri, M.Si. Dalam sambutannya, Samsul Bahri menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di tempat kerja masing-masing.
Ia berharap para peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan diri, khususnya dalam membangun komunikasi yang baik, memahami kebutuhan masyarakat, serta memberikan pelayanan secara profesional.
“Harapan kami kepada semua peserta pelatihan supaya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena narasumber yang hadir di sini adalah narasumber profesional pilihan yang sudah berpengalaman. Sehingga, setelah mengikuti pelatihan ini, semua peserta dapat memberikan pelayanan yang excellent bagi masyarakat sekembalinya pada OPD masing-masing,” ujarnya.
Menurut Samsul Bahri, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada pelayanan. Aparatur tidak hanya dituntut memahami tugas dan tanggung jawab administratif, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Pelayanan yang berkualitas membutuhkan sikap ramah, komunikasi yang jelas, respons yang cepat, serta kemampuan memahami persoalan yang disampaikan masyarakat. Karena itu, pelatihan seperti ini diharapkan dapat membentuk pola pikir dan perilaku kerja ASN agar semakin mengutamakan kepentingan publik.
Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan secara konsisten ketika peserta kembali menjalankan tugas di OPD masing-masing.
Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui peningkatan mutu pelayanan di berbagai sektor pemerintahan.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si., dalam laporan panitia menjelaskan bahwa pelatihan *Service Excellent* diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurut Emila, peningkatan kualitas pelayanan merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pelayanan yang profesional dan sesuai kebutuhan masyarakat juga menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Ia menilai aparatur memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan berbagai kebijakan dan program pemerintah. Oleh sebab itu, kemampuan teknis perlu diimbangi dengan sikap, etika, dan keterampilan komunikasi yang baik saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kita mendukung visi dan misi pembangunan Kota Banda Aceh tahun 2025–2029, yaitu Kota Kolaborasi, melalui penguatan kerja sama, koordinasi, dan sinergi aparatur pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” kata Emila, yang akrab disapa Emi.
Emila menambahkan, semangat kolaborasi perlu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap OPD diharapkan dapat membangun koordinasi yang baik agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, jelas, dan efektif.
Menurutnya, peningkatan kapasitas ASN harus menjadi proses berkelanjutan. Perubahan kebutuhan masyarakat dan tuntutan terhadap pelayanan pemerintahan mengharuskan aparatur terus belajar, beradaptasi, serta memperbaiki kualitas kerja.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya memberikan pelayanan dengan sikap positif, menghargai masyarakat, serta mengedepankan solusi dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan keluhan yang disampaikan.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta memperoleh materi dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Narasumber tersebut meliputi Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si.; Widyaiswara Ahli Madya, Dra. Santi Melvita, M.Pd.; serta pemateri dari Psikodista Konsultan dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memberikan perspektif yang beragam kepada peserta, baik mengenai pengembangan kompetensi aparatur, penguatan perilaku pelayanan, maupun penerapan prinsip pelayanan prima dalam lingkungan kerja.
Materi yang disampaikan menjadi bekal bagi peserta untuk memahami bahwa *service excellent* bukan sekadar memberikan pelayanan secara cepat, melainkan juga memastikan proses pelayanan berlangsung dengan baik, jelas, sopan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, keterampilan membangun komunikasi yang efektif dan menjaga sikap profesional menjadi aspek penting yang perlu diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas. Setiap interaksi dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun citra positif sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap institusi publik.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara BKPSDM Kota Banda Aceh dan Banda Aceh Academy (BAA). Kolaborasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur melalui kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pelayanan pemerintahan.
Dengan diikuti 60 ASN dari berbagai OPD, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan Pemko Banda Aceh. Para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh serta membagikan praktik pelayanan yang baik kepada rekan kerja di unit masing-masing.
Melalui penguatan kompetensi dan budaya pelayanan prima, Pemko Banda Aceh diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah mewujudkan visi Kota Kolaborasi melalui aparatur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kualitas pelayanan. (*)
PARIWARA.













