BeritaHeadline

Raker USK 2027, Rektor Tekankan Tata Kelola dan Daya Saing Asia

×

Raker USK 2027, Rektor Tekankan Tata Kelola dan Daya Saing Asia

Share this article
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan arahan dan kebijakan pelaksanaan program tahun 2027 pada pembukaan Rapat Kerja USK di Gayo Petro Hotel, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (2/10/2026). Foto: (Humas USK)

TAKENGON – Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelaksanaan Program 2027 di Gayo Petro Hotel, Kabupaten Aceh Tengah, 2–4 Oktober 2026.

Kegiatan strategis yang diikuti jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, lembaga, hingga kepala satuan kerja di lingkungan USK tersebut mengusung tema “Penguatan Good University Governance, Hilirisasi dan Inovasi Riset Berkelanjutan serta Peningkatan IKU Menuju USK Bereputasi Global.”

Raker ini menjadi yang perdana di bawah kepemimpinan Rektor USK, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., sekaligus menjadi momentum merumuskan arah kebijakan dan prioritas pengembangan universitas untuk tahun 2027.

Wakil Rektor IV USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Raker harus dimanfaatkan secara optimal untuk merumuskan program kerja yang berkualitas dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa Raker merupakan momentum penting untuk mendorong transformasi universitas.

Menurutnya, penguatan tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance) harus terus dilakukan agar USK mampu menjawab tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.

“Kita harus terus melakukan inovasi yang akan menjawab tantangan yang terus kita hadapi bersama. Ada lima tantangan utama, yaitu nilai tambah, teknologi dan produktivitas, research-industry gap, talenta, serta kompetisi global,” ujar Safrizal.

Ia juga mendorong penerapan sistem evaluasi kinerja yang terukur, termasuk memberikan apresiasi kepada fakultas yang mampu mencatatkan pendapatan tertinggi sebagai upaya memacu produktivitas dan kemandirian keuangan di lingkungan kampus.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, dalam pemaparannya menegaskan pentingnya memperkuat daya saing institusi agar mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan perguruan tinggi lain di tingkat regional maupun internasional.

Menurutnya, untuk menembus persaingan global, seluruh elemen kampus harus bergerak dengan standar kualitas yang lebih tinggi, didukung tata kelola yang efektif dan kolaborasi antarfakultas.

“Asia itu adalah panggung nyata di mana kita harus membuktikan kapasitas akademik dan daya saing kita. Untuk mencapainya, tata kelola membutuhkan perhatian kita semua, di mana fakultas menjadi ujung tombak,” tegas Prof. Mirza.

Ia turut menyoroti pentingnya meningkatkan jumlah mahasiswa asing sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi USK.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan dua instruksi utama kepada seluruh jajaran sivitas akademika, yakni memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan meningkatkan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

“Saya hanya minta dua hal kepada bapak dan ibu sekalian: penuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) kita, dan tingkatkan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa,” tambahnya.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik sinergi antara USK dan pemerintah daerah, termasuk melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui Raker ini, USK diharapkan mampu merumuskan program kerja yang terukur, memperkuat tata kelola, meningkatkan produktivitas riset dan hilirisasi, serta memperluas jejaring internasional guna mendorong pencapaian visi sebagai universitas bereputasi global. (*)