Aceh Timur – Lembaga sosial Acheh Future mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk segera menyalurkan ribuan Al-Qur’an dan Kitab Kuning yang disebut telah selesai pengadaannya, namun hingga kini belum diterima para santri yang menjadi sasaran program belajar mengajar.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Acheh Future, Razali Yusuf atau Cek Lie, usai menyerahkan secara simbolis Kitab Kuning Al-Mahalli dan Ihya Ulumuddin kepada Muhammad Reza Fahlevi (19), santri korban banjir asal Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Jum’at (18/9/2026).
Cek Lie menyebutkan, bantuan kitab menjadi kebutuhan penting bagi santri, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan anak yatim yang memiliki keterbatasan untuk membeli kitab pelajaran.
“Penyaluran kitab-kitab yang dikelola di lingkungan Badan Pendidikan Dayah Aceh harus segera dilaksanakan. Banyak santri dari keluarga kurang mampu dan anak yatim tidak memiliki kitab pelajaran karena tidak sanggup membelinya,” ujar Razali.
Menurutnya, sejak 1 Muharram 1448 Hijriah atau 17 Juni 2026, Acheh Future telah membantu 783 set Kitab Kuning bagi santriwan dan santriwati di sejumlah dayah di Aceh. Bantuan tersebut, kata dia, sepenuhnya bersumber dari sumbangan para donatur dan hamba Allah, bukan dari Pemerintah Aceh.
“Sekitar 80 persen santri yang mondok di dayah-dayah tersebut merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, mereka harus mendapat perhatian,” katanya.
Cek Lie menyebut, berdasarkan data yang diterima Acheh Future, pada 2026 Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran Rp50,53 miliar untuk pengadaan Al-Qur’an dan Kitab Kuning. Anggaran tersebut disebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), dengan sasaran 36.171 santri pada 286 lembaga dayah di seluruh Aceh.
Ia berharap program tersebut segera direalisasikan, termasuk bagi santri di wilayah yang terdampak bencana.
“Kami prihatin jika kitab yang pengadaannya telah selesai justru belum segera disalurkan. Di tengah keterbatasan santri korban banjir pascabencana, anak yatim, dan keluarga kurang mampu, bantuan seperti ini sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Acheh Future juga meminta Dinas Pendidikan Dayah Aceh membuka informasi secara transparan mengenai jadwal, mekanisme, dan sasaran penyaluran. Distribusi diharapkan benar-benar memastikan kitab sampai kepada santri yang membutuhkan.
Sementara itu, Muhammad Reza Fahlevi mengapresiasi bantuan yang diberikan Acheh Future dan para donatur.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang proses belajarnya.
“Insya Allah besok saya dapat mondok lagi di Dayah Futuhul Mu’arif Al-Aziziyah Kota Langsa,” ujar Reza.
Acheh Future berharap Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkret agar bantuan yang telah dianggarkan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan para santri, khususnya korban bencana dan mereka yang kurang mampu, dapat kembali mengikuti proses belajar mengaji dengan lebih layak.(*)
Acheh Future Desak Dinas Dayah Aceh Segera Salurkan Ribuan Kitab untuk Santri














