BANDA ACEH – Musik tak sekadar menjadi hiburan. Bagi Origon, grup musik lokal asal Aceh, musik juga menjadi medium untuk merawat ingatan, mengenalkan budaya, sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang diwariskan para indatu.
Semangat itu kembali mereka tuangkan melalui single terbaru berjudul “Meusare”. Lagu ini menjadi karya kedua Origon yang secara resmi diperkenalkan kepada publik setelah sebelumnya merilis single “Reusam”.
Digawangi Yogi sebagai vokalis, Sahar pada gitar, Rian sebagai bassis, dan Robi pada drum, Origon konsisten mengusung karya musik yang lekat dengan nilai-nilai budaya Aceh.
Single pertama mereka, “Reusam”, yang diluncurkan pada April lalu, mengangkat tentang nilai adat dan aturan yang diterapkan oleh para pemimpin pada masa kerajaan Aceh.
Sementara “Meusare”, yang dirilis pada Agustus 2026, mengambil tema yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh. Dalam bahasa Aceh, meusare bermakna bersama-sama atau bergotong royong.
Pesan tersebut menjadi ruh utama lagu yang diciptakan Robi. Melalui liriknya, Origon menggambarkan tradisi masyarakat Aceh yang terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara bersama-sama, dengan semangat persatuan dan saling membantu.
Robi mengatakan, “Meusare” pertama kali diperkenalkan kepada publik pada malam Anugerah SMSI Aceh Award yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026) malam.
“Selain diperkenalkan pada malam Anugerah SMSI Aceh Award, karya terbaru di bawah naungan label musik Langitbiru Kreatif ini juga sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital,” kata Robi di Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).
Ia menuturkan, sejak terbentuk pada 2022, Origon memang menjadikan nilai budaya sebagai salah satu fondasi dalam berkarya.
Hingga kini, Origon telah menghasilkan lima karya musik Aceh, yakni “Wasiat”, “Calitra Senja”, “Bungong”, “Reusam”, dan “Meusare”. Namun, baru dua lagu, yakni “Reusam” dan “Meusare”, yang telah resmi dirilis dan dapat dinikmati masyarakat melalui berbagai platform digital.
Vokalis Origon, Yogi, menjelaskan “Meusare” tidak hanya berbicara tentang aktivitas bersama, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya kebersamaan, persatuan, dan kepedulian di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Melalui lagu tersebut, Origon memadukan aransemen pop-rock modern yang menjadi karakter mereka dengan lirik bernuansa Aceh yang sarat makna.
Eksplorasi musik dalam karya terbaru ini sekaligus menunjukkan perkembangan Origon dalam bermusik. Mereka mencoba menghadirkan warna baru tanpa meninggalkan karakter dan identitas yang telah dibangun sejak awal berdiri.
“Proses pembuatan Meusare memberikan kesan tersendiri bagi kami. Lagu ini adalah pengingat bahwa sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, semuanya terasa lebih ringan jika kita melangkah bersama-sama,” ujar Yogi.
Bagi Origon, kekuatan musik mereka tidak hanya terletak pada aransemen, tetapi juga pada karakter vokal dan pesan yang disampaikan melalui lirik.
Lewat “Meusare”, mereka berharap karya tersebut dapat menjangkau pendengar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Aceh kepada generasi muda.
Saat ini, single “Meusare” dan “Reusam” telah tersedia di sejumlah layanan streaming musik digital, di antaranya Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai platform lainnya.
Gitaris Origon, Sahar, mengatakan video musik resmi “Meusare” juga telah tersedia di kanal YouTube resmi Langit Biru Production.
“Video musik resmi lagu ini sudah tayang di kanal YouTube resmi Langit Biru Production,” kata Sahar.
Sementara itu, bassis Origon, Rian, menilai berkarya melalui musik merupakan salah satu cara mereka menunjukkan jati diri sebagai putra Aceh sekaligus ikut menjaga marwah budaya Tanah Rencong.
“Kalau bukan kita yang peduli terhadap budaya kita sendiri, siapa lagi,” pungkasnya.(*)














