BANDA ACEH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh akan menggelar Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2026 bagi pelajar SMA/MA/SMK sederajat di empat kabupaten/kota di Aceh.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya BI Aceh memperkuat edukasi dan pemahaman mengenai Rupiah di kalangan generasi muda.
Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan Olimpiade CBP Rupiah dikemas dalam bentuk kompetisi edukatif agar pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis mengenai Rupiah.
“Olimpiade CBP Rupiah menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis mengenai Rupiah,” kata Hertha Bastiawan dalam siaran pers BI Aceh, 11 September 2026.
Olimpiade tersebut akan diikuti pelajar dari empat daerah, yakni Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie.
Pendaftaran peserta telah dibuka hingga 18 September 2026 melalui tautan s.id/OCBP26. Pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing dengan jumlah maksimal 10 peserta per sekolah.
Para peserta berkesempatan memperebutkan hadiah uang pembinaan dengan total Rp14 juta, medali, serta sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Hertha menjelaskan, materi yang diujikan dalam Olimpiade CBP Rupiah mencakup tiga aspek utama, yakni Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.
Aspek Cinta Rupiah mencakup pemahaman peserta dalam mengenali ciri dan karakteristik Rupiah, mengetahui keasliannya, serta memperlakukan dan merawat Rupiah dengan baik.
Sementara Bangga Rupiah menekankan pemahaman bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), identitas, sekaligus alat pemersatu bangsa.
Sedangkan Paham Rupiah memberikan pemahaman mengenai fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai serta penerapannya dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.
Tidak hanya pengetahuan tentang Rupiah, peserta juga akan diuji mengenai ekonomi dan literasi keuangan, kebanksentralan, serta sistem pembayaran.
Menurut Hertha, materi tersebut penting seiring perkembangan transaksi keuangan yang kini tidak hanya dilakukan menggunakan uang fisik, tetapi juga melalui berbagai instrumen pembayaran digital.
“Cakupan pemahaman tersebut menjadi penting dengan perkembangan Rupiah yang kini tidak hanya ditransaksikan secara fisik, namun juga secara digital, sehingga membuka peluang untuk berbagai transaksi keuangan yang perlu dilakukan secara bijak,” jelasnya.
Kompetisi akan berlangsung secara bertahap, mulai dari seleksi tingkat satuan pendidikan, penyisihan tingkat kabupaten/kota, hingga Final Tingkat Provinsi.
Pada tahap penyisihan, peserta akan mengikuti ujian secara daring menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Pelaksanaan ujian akan dimonitor oleh panitia tingkat provinsi melalui Zoom.
Sebanyak 80 peserta dengan nilai tertinggi dari tahap penyisihan akan berhak mengikuti Final Tingkat Provinsi yang dilaksanakan secara luring.
Selanjutnya, dari babak final tersebut akan ditetapkan 20 peserta terbaik sebagai pemenang Olimpiade CBP Rupiah Regional Aceh 2026 berdasarkan perolehan nilai tertinggi.
BI Aceh memastikan seluruh tahapan Olimpiade CBP Rupiah dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan sportivitas.
Hertha berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak generasi muda Aceh yang tidak hanya mengenal Rupiah, tetapi juga memahami kedudukan dan fungsi Rupiah dalam perekonomian.
“Olimpiade CBP Rupiah diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Aceh yang berprestasi, memiliki literasi ekonomi dan keuangan yang baik, serta Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” pungkas Hertha.(*)














