BANDA ACEH – Seorang warga secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan (senpira) kepada Koramil 09/Ulee Kareng, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Rabu (1/7/2026). Penyerahan tersebut menjadi bukti keberhasilan pendekatan persuasif dan pembinaan teritorial yang dilakukan Babinsa kepada masyarakat.
Senjata api rakitan itu diserahkan oleh Khaidir kepada Danramil 09/Ulee Kareng, Kapten Inf Deni Dwi Andrianto, di Makoramil 09/Ulee Kareng, Desa Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Selain senjata api, warga juga menyerahkan dua butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu magazen, dan satu tali sandang.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil komunikasi yang dibangun Babinsa Koramil 09/Ulee Kareng, Serka Sunarman Sinaga, dengan masyarakat di wilayah binaannya. Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa sejalan dengan arahan Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Inf Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc., agar aparat teritorial selalu hadir di tengah masyarakat sebagai mitra yang mampu memberikan rasa aman dan membangun kepercayaan.
Berdasarkan keterangan warga, senjata api rakitan itu ditemukan saat berburu di kawasan pegunungan Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada Februari 2026. Sejak ditemukan, senjata tersebut disimpan dalam kondisi aman dan tidak pernah digunakan.
Melalui komunikasi yang terjalin dengan Babinsa, warga akhirnya berinisiatif melaporkan sekaligus menyerahkan senjata tersebut kepada TNI.
Menindaklanjuti laporan itu, Babinsa melakukan pengecekan ke rumah warga untuk memastikan informasi, kemudian membawa senjata api beserta perlengkapannya ke Koramil 09/Ulee Kareng untuk diserahkan secara resmi kepada Danramil.
Selanjutnya, seluruh barang bukti dibawa ke Markas Kodim 0101/Kota Banda Aceh guna diamankan di gudang senjata sesuai prosedur yang berlaku.
Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Inf Faurizal Noerdin, menegaskan bahwa Babinsa harus menjadi garda terdepan dalam pembinaan wilayah dengan membangun komunikasi yang baik serta kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, penyerahan senjata api secara sukarela ini menunjukkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Kodim 0101/Kota Banda Aceh berharap kesadaran masyarakat untuk melaporkan maupun menyerahkan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan terus meningkat, sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. (*)












