HeadlineNasional

BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang di Arab Saudi, Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah

×

BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang di Arab Saudi, Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah

Share this article
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Persiapkan operasional Kantor Cabang Luar Negeri di Arab Saudi, sebagai bagian dari penguatan layanan ekosistem haji dan umrah bagi jamaah Indonesia. BSI. Foto: (Humas BSI).

MAKKAH – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mematangkan persiapan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Kerajaan Arab Saudi sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional sekaligus memperkuat layanan bagi ekosistem haji dan umrah Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BSI menghadirkan layanan keuangan syariah yang terintegrasi bagi masyarakat Indonesia, mulai dari persiapan keberangkatan di Tanah Air hingga selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Persiapan pembukaan kantor cabang di Arab Saudi semakin menguat setelah BSI memperoleh persetujuan awal (initial approval) dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi (Saudi Central Bank/SAMA) pada 2024.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan Arab Saudi memiliki posisi strategis bagi perseroan karena menjadi pusat penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dunia serta tujuan utama jutaan masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

“Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end,” kata Wisnu dalam keterangannya di Makkah, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, kehadiran BSI di Arab Saudi diharapkan mampu memberikan kemudahan akses layanan perbankan syariah bagi jamaah haji dan umrah, diaspora Indonesia, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi syariah.

Potensi pengembangan layanan tersebut didukung oleh basis nasabah yang besar. Setiap tahun Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu jamaah haji. Dari jumlah tersebut, sekitar 170 ribu jamaah atau 83 persen merupakan nasabah BSI.

Sementara itu, pada segmen umrah, data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) tahun 2025 mencatat sekitar 1,6 juta masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah. Dari jumlah tersebut, sekitar 84 persen menggunakan layanan BSI.

Wisnu menjelaskan, saat ini perseroan terus menyempurnakan berbagai aspek kesiapan operasional, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemenuhan regulasi, hingga penguatan kualitas layanan bagi nasabah.

“Kami terus menyempurnakan seluruh aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kehadiran BSI dapat segera memberikan manfaat nyata bagi jamaah haji, jamaah umrah, diaspora Indonesia, dan memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya.

Selain mempersiapkan operasional kantor cabang, BSI juga memperkuat layanan pada musim haji 2026 melalui kolaborasi dengan BPKH Limited. Kerja sama tersebut diwujudkan dengan menghadirkan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah.

Melalui fasilitas tersebut, BSI memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan kepada jamaah Indonesia terkait berbagai layanan keuangan syariah yang dapat dimanfaatkan selama berada di Arab Saudi.

BSI juga meluncurkan program “Peduli Lansia” dengan menyediakan stiker khusus bagi jamaah lanjut usia sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan ramah bagi kelompok rentan.

Perseroan menilai penguatan kehadiran di Arab Saudi tidak hanya menjadi langkah ekspansi bisnis internasional, tetapi juga bagian dari strategi membangun ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat aktivitas ibadah umat Islam dunia.

Melalui langkah tersebut, BSI berharap dapat memperkuat daya saing industri keuangan syariah nasional sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan ekonomi syariah global.(*)