BeritaHeadline

Kapolda Aceh Tinjau Ujian Kesamaptaan Jasmani, 170 Calon Bintara dan Tamtama Polri Ikuti Seleksi

×

Kapolda Aceh Tinjau Ujian Kesamaptaan Jasmani, 170 Calon Bintara dan Tamtama Polri Ikuti Seleksi

Share this article
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo serta sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh meninjau langsung pelaksanaan Uji Kesamaptaan Jasmani calon Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (11/6/2026). Foto: (Humas Polda Aceh)

Banda Aceh – Sebanyak 170 calon Bintara dan Tamtama Polri mengikuti Ujian Kesamaptaan Jasmani dalam rangka Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis (11/6/2026).

Pelaksanaan tes yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang hadir meninjau jalannya seleksi bersama Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh.

Dari total peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 155 orang merupakan peserta pria dan 15 lainnya peserta wanita. Mereka menjalani serangkaian tes fisik yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri.

Dalam peninjauannya, Kapolda Aceh juga memeriksa sistem pengawasan berbasis CCTV yang terpasang di seluruh area pelaksanaan tes. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara transparan, objektif, dan akuntabel.

Melalui sistem tersebut, setiap item penilaian dapat dipantau secara langsung oleh orang tua peserta maupun masyarakat melalui monitor yang tersedia di tribun penonton. Selain itu, proses seleksi juga dapat diawasi secara real time oleh Kapolda, para PJU, serta panitia penerimaan yang berada di lokasi.

“Penggunaan CCTV ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menghadirkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Kapolda.

Dalam arahannya kepada peserta dan panitia, Kapolda menekankan pentingnya menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan kejujuran dan menghilangkan segala bentuk niat yang dapat mencederai objektivitas penilaian.

“Mulai hari ini saya minta semua niat yang tidak benar ditinggalkan. Proses seleksi ini harus berjalan jujur dan sesuai kemampuan masing-masing peserta,” tegasnya.

Kapolda menjelaskan, hasil tes kesamaptaan jasmani harus benar-benar mencerminkan kemampuan fisik peserta. Komponen penilaian seperti lari, push-up, sit-up, dan pull-up memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga dapat menjadi indikator konsistensi kemampuan peserta.

Menurutnya, pengalaman panjang dalam pembinaan dan pengawasan personel membuat potensi ketidakwajaran atau upaya manipulasi hasil dapat dideteksi melalui pola dan capaian peserta selama tes berlangsung.

“Jangan pernah mencoba mencari jalan pintas. Hasil yang diperoleh harus murni dari kemampuan sendiri karena integritas adalah modal utama untuk menjadi anggota Polri,” katanya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa setiap bentuk ketidakjujuran dalam proses seleksi dapat berdampak pada perjalanan karier peserta di masa mendatang apabila nantinya dinyatakan lulus menjadi anggota Polri.

“Sekali ada masalah dalam proses ini, akan tercatat dan berdampak pada masa depan. Karena itu jalani seluruh tahapan seleksi dengan jujur dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kapolda meminta panitia memperketat pengawasan di lapangan serta memastikan hanya petugas yang berkepentingan berada di area tes. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan unsur pengawasan internal, termasuk Bidang Propam, guna menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan seleksi.

Dengan pengawasan yang ketat serta penerapan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), Polda Aceh berharap proses seleksi ini dapat melahirkan calon anggota Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik sesuai standar, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan profesionalisme. (*)