ASTANA – Tim Boccia Indonesia mencatat prestasi gemilang pada ajang Astana 2026 World Boccia Cup di Kazakhstan. Kontingen Indonesia berhasil meraih tiga medali emas dan satu medali perak dari nomor individu, sekaligus memperkuat peluang pengumpulan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Tiga medali emas disumbangkan oleh Muhammad Afrizal Syafa, Handayani, dan Felix Ardi Yuda. Sementara satu medali perak diraih oleh Gischa Zayana.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil terbaik yang diraih Indonesia dalam turnamen internasional cabang boccia tahun ini. Penampilan para atlet dinilai menunjukkan perkembangan signifikan sekaligus mempertegas daya saing Indonesia di arena olahraga paralimpik dunia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para atlet. Ia menyebut prestasi itu sebagai bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level internasional apabila mendapatkan dukungan dan pembinaan yang memadai.
“Prestasi yang diraih oleh Tim Boccia Indonesia di Astana merupakan cermin dari semangat juang bangsa. Mereka telah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” kata Fadjroel usai penyematan medali di Qazaqstan Athletics Sports Complex, Astana, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga nasional, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi olahraga Indonesia di Kazakhstan. Keikutsertaan tim boccia dalam World Boccia Cup disebut memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui bidang olahraga.
Ketua tim sekaligus pelatih kepala Tim Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengatakan hasil yang diraih para atlet melampaui target yang ditetapkan dalam agenda uji coba internasional tersebut.
“Alhamdulillah, Tim Boccia Indonesia meraih tiga emas dan satu perak pada nomor individual dalam rangka try out World Boccia Cup di Astana, Kazakhstan. Hasil yang sangat luar biasa dalam meraih poin menuju Paralympic LA 2028,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Astana yang memberikan dukungan selama tim berada di Kazakhstan. Menurut Islahuzzaman, dukungan tersebut turut membantu para atlet tampil maksimal sepanjang kompetisi.
Keberhasilan membawa pulang tiga medali emas dan satu perak diharapkan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai kejuaraan internasional berikutnya, sekaligus menjaga peluang meraih tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. (*)













