BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala mulai mengambil langkah pemulihan pasca-insiden kericuhan antar mahasiswa yang melibatkan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Pertanian (FP) beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, USK menyerahkan dua unit sepeda motor baru kepada dua personel Satpam Fakultas Pertanian yang kendaraannya hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Rina Suryani Oktari, didampingi Dekan Fakultas Pertanian serta Direktur Rumah Amal USK di lobi utama Gedung Fakultas Pertanian, Senin (25/5/2026).
Pengadaan kendaraan tersebut berasal dari kolaborasi Rumah Amal USK bersama santunan keluarga besar Fakultas Pertanian USK.
Dua personel Satpam yang menerima bantuan itu yakni M. Ramli dan Firdaus. Keduanya tampak haru saat menerima kunci kendaraan yang nantinya akan digunakan kembali untuk menunjang mobilitas kerja mereka di lingkungan kampus.
Direktur Rumah Amal USK, Tedy Kurniawan Bakri, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian atas musibah yang dialami para petugas keamanan saat kericuhan terjadi.
“Sepeda motor ini mungkin belum tentu bisa menghapus luka dan rasa trauma, namun kami berharap ini menjadi penyemangat agar Bapak-bapak terus bekerja. Ini juga merupakan wujud transparansi kami kepada para muzakki. Terima kasih atas kepercayaan infak dan zakat yang disalurkan melalui Rumah Amal USK selama ini,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USK, Sugianto, menegaskan bahwa selain pemberian bantuan, proses hukum dan rekonsiliasi harus tetap berjalan demi menjaga keadilan dan ketertiban di lingkungan kampus.
Ia juga mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas rusaknya sejumlah fasilitas akademik, terutama laboratorium yang selama ini menjadi pusat penelitian unggulan.
“Laboratorium itu sangat bersejarah karena pernah menjadi yang terbaik di Sumatera. Kita kehilangan akses penelitian. Ada dosen pembimbing dan mahasiswa yang menangis tersedu-sedu di depan laboratorium karena penelitian mereka terhenti. Apapun kebencian kita, upaya destruktif sama sekali tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Rina Suryani Oktari menyebut penyerahan bantuan tersebut menjadi “berita penyejuk” di tengah suasana duka yang masih menyelimuti kampus.
Menurutnya, pihak universitas tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Selain itu, pemulihan fasilitas yang terdampak juga menjadi perhatian serius pimpinan universitas.
“Saya bangga atas respon cepat Rumah Amal USK. Terkait kerugian fasilitas, ini menjadi prioritas pimpinan universitas, terutama melalui Wakil Rektor II, apalagi Fakultas Pertanian akan segera menghadapi proses reakreditasi,” katanya.
Rina berharap bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi trauma yang dialami M. Ramli dan Firdaus sekaligus mendukung tugas mereka dalam menjaga keamanan kampus.
USK, lanjutnya, berkomitmen terus melakukan langkah-langkah preventif agar insiden serupa tidak kembali terjadi, demi menjaga marwah kampus sebagai institusi pendidikan dan jantung hati rakyat Aceh.(*)













