BANDA ACEH — Ketua Umum Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi hasil renovasi total Galeri Dekranasda Aceh yang dinilai tampil lebih modern, nyaman, dan estetik. Apresiasi tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung galeri yang berada di kawasan Taman Ratu Safiatuddin, Selasa (31/3/2026) sore.
Istri Gubernur Aceh yang akrab disapa Kak Na itu tampak puas begitu memasuki area galeri yang telah dipercantik. Dengan singkat namun penuh makna, ia menyampaikan kekagumannya terhadap perubahan signifikan tersebut.
“Nyoe bereh. Lage nyoelah galeri,” ujarnya, yang berarti “Ini sudah bagus. Seperti inilah seharusnya galeri.”
Renovasi yang dilakukan di bawah koordinasi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma selaku Ketua Harian Dekranasda Aceh, menghadirkan wajah baru galeri dengan konsep kekinian. Meski saat ini belum terisi produk kerajinan, tampilan ruang yang bersih, tertata rapi, dan berdesain modern dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
Kak Na optimistis, transformasi Galeri Dekranasda Aceh ini akan meningkatkan daya tarik wisata belanja di Banda Aceh, khususnya bagi wisatawan yang ingin mencari produk kerajinan khas daerah.
Namun demikian, ia menekankan bahwa kualitas produk yang akan dipajang harus sebanding dengan tampilan galeri. Produk yang ditampilkan harus benar-benar pilihan, memiliki mutu terbaik, serta mencerminkan identitas dan kekayaan budaya Aceh.
“Segera koordinasikan dengan Dekranasda kabupaten/kota agar mengirimkan hasil kerajinan terbaik. Yang ditampilkan di sini harus benar-benar representatif, berkualitas, dan mencerminkan ciri khas Aceh,” tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, T. Adi Darma menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera menindaklanjuti. Ia memastikan koordinasi dengan seluruh pengurus Dekranasda kabupaten/kota akan dilakukan agar galeri dapat segera diisi produk unggulan dari seluruh wilayah Aceh.
“Saat ini kita masih melakukan sentuhan akhir. Setelah rampung, kita akan segera mengisi galeri dengan produk kerajinan terbaik dari 23 kabupaten/kota di Aceh,” ujarnya.
Selain area pamer utama, galeri yang telah direnovasi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang multifungsi yang dapat digunakan untuk rapat, dapur bersih, serta fasilitas toilet, sehingga semakin menunjang kenyamanan pengunjung.
Dalam peninjauan tersebut, Kak Na turut didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, Malahayati, serta jajaran pengurus Dekranasda Aceh lainnya.
Dengan wajah baru yang lebih representatif, Galeri Dekranasda Aceh diharapkan tidak hanya menjadi pusat promosi produk kerajinan lokal, tetapi juga sebagai etalase kebanggaan budaya Aceh di mata wisatawan.(*)












