HeadlineRagam

Kapolda Aceh Silaturahmi dengan Wali Nanggroe di Bulan Ramadan, Bahas Stabilitas Kamtibmas

×

Kapolda Aceh Silaturahmi dengan Wali Nanggroe di Bulan Ramadan, Bahas Stabilitas Kamtibmas

Share this article
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersilaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, Selasa (10/3/2026). Foto: (Humas Polda Aceh).

ACEH BESAR — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., melakukan silaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, Selasa (10/3/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban di bulan suci Ramadan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergitas antara Polda Aceh dan Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Menurutnya, Lembaga Wali Nanggroe memiliki peran strategis sebagai lembaga adat yang menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta menjadi simbol pemersatu masyarakat Aceh.

“Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama antara kepolisian dengan lembaga adat dalam menjaga keamanan serta keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Joko.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Aceh turut didampingi oleh Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, serta Dirintelkam Polda Aceh.
Selain mempererat silaturahmi, kedua pihak juga membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Aceh yang hingga saat ini dinilai tetap aman dan kondusif.

Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menyinggung keberhasilan jajaran Polda Aceh dalam penanganan sejumlah bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

“Pertemuan berlangsung penuh keakraban. Ada komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang harmonis antara kepolisian dan lembaga adat demi menjaga stabilitas keamanan serta kedamaian di Aceh,” tutup Joko.(*)