Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyiapkan langkah strategis untuk mengganti lahan pertanian yang terdampak pembangunan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh).
Pemkab merencanakan program cetak sawah baru seluas 123 hektare sebagai pengganti 47 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang terdampak proyek tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar Bahrul Jamil saat memimpin rapat verifikasi persetujuan alih fungsi LP2B di Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan tol sebagai proyek strategis nasional memang membawa dampak pada berkurangnya luas lahan pertanian di beberapa kecamatan di Aceh Besar.
“Dampak pembangunan jalan tol ini, kita kehilangan sekitar 47 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang tersebar di beberapa kecamatan,” ujar Bahrul Jamil.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setdakab Aceh Besar Rafzan Amin menjelaskan bahwa lahan pertanian yang terdampak proyek tol tersebut terbagi dalam dua kategori.
Dari total 47 hektare lahan yang terdampak, sekitar 28,24 hektare merupakan lahan sawah beririgasi, sedangkan 19,14 hektare lainnya termasuk kategori lahan non-irigasi.
Sebagai langkah penggantian, pemerintah daerah merencanakan pencetakan sawah baru dengan luas yang lebih besar dibandingkan lahan yang terdampak, yakni mencapai 123 hektare.
“Dari rencana tersebut, sekitar 84,72 hektare merupakan lahan yang memiliki jaringan irigasi, sementara 38,28 hektare lainnya merupakan lahan non-irigasi. Namun sebelum direalisasikan, kita akan melakukan verifikasi lapangan terlebih dahulu,” kata Rafzan.
Program cetak sawah baru tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Bahrul Jamil menegaskan, pemerintah daerah akan memastikan seluruh proses berjalan optimal, mulai dari pengawasan pengelolaan lahan hingga distribusi hasil panen agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini bentuk komitmen kita untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional serta memastikan sektor pertanian di Aceh Besar tetap produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)












