HeadlineRagam

Sabet 3 Penghargaan di Malaysia, Mahasiswa USK Harumkan Nama Indonesia di ISS 2026

×

Sabet 3 Penghargaan di Malaysia, Mahasiswa USK Harumkan Nama Indonesia di ISS 2026

Share this article
Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berpose bersama trofi dan medali usai meraih tiga penghargaan pada ajang International Student Summit (ISS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026). Foto: (Humas USK)

Banda Aceh- Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan reputasinya di kancah internasional. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, tim mahasiswa USK sukses memborong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026).

Tim tersebut dipimpin oleh Ariel Sucipto (Teknik Industri, Fakultas Teknik) dan beranggotakan Dhia Fahira (Fakultas Kedokteran), di bawah bimbingan dosen pakar Ir. Sri Rahmawati, S.T., M.T. Dalam kompetisi yang diikuti ratusan peserta dari enam negara, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Suriah, Somalia, dan Kenya, tim USK tampil dominan dengan meraih tiga penghargaan sekaligus.

Adapun penghargaan yang diraih yakni Silver Medal (Kategori Technology) berkolaborasi dengan USIM dan WAYS Kuala Lumpur, Bronze Medal (Kategori Environment) bersama mitra yang sama, serta Piala Best Paper untuk karya ilmiah terbaik.
Pencapaian ini dinilai sangat prestisius mengingat ISS merupakan forum akademik internasional dengan standar penilaian ketat dan persaingan yang kompetitif.

Keunggulan tim USK terletak pada orisinalitas gagasan yang mengintegrasikan teknologi dan keberlanjutan. Mereka menawarkan solusi pemanfaatan energi terbarukan dari gelombang laut yang terintegrasi dengan sistem peringatan dini (early warning system) tsunami berbasis aplikasi digital.

“Kami mengedepankan kolaborasi lintas disiplin untuk menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga layak diimplementasikan. Aspek dampak sosial dan lingkungan menjadi poin krusial yang menarik perhatian dewan juri hingga kami dianugerahi Best Paper,” ujar Dhia Fahira.

Karya tersebut dinilai sebagai solusi strategis bagi negara-negara pesisir dalam menghadapi krisis energi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas akademik dan daya saing global mahasiswa USK. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas academica untuk terus berinovasi dan berkompetisi di panggung dunia.

“Prestasi ini bukan sekadar kebanggaan pribadi atau tim, melainkan representasi kontribusi nyata mahasiswa USK di kancah internasional. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan mengharumkan nama almamater,” pungkasnya.(*)