Banda Aceh — Sebanyak 249 mahasiswa program Sarjana (S-1) Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/Widya Pratama Seva (WPS) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di wilayah hukum Polda Aceh. Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan di sejumlah daerah terdampak bencana.
Ratusan mahasiswa STIK tersebut tiba di Provinsi Aceh pada Senin (9/2/2026) melalui Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara, dan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Kedatangan mahasiswa yang mendarat di Bandara SIM disambut langsung oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., didampingi Irwasda, Karo SDM, serta Kabid Humas Polda Aceh.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Dianmas merupakan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa STIK sebagai calon pemimpin Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan menjadi calon pemimpin Polri secara holistik. Mereka dilatih memiliki kepekaan sosial, empati, serta kemampuan berpikir jernih dalam situasi krisis, sekaligus menjunjung tinggi etika, integritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia, khususnya para korban bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para mahasiswa akan diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, di antaranya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, Kota Langsa, Aceh Barat, Aceh Utara, Nagan Raya, Bener Meriah, Aceh Tenggara, serta Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, pengabdian masyarakat tersebut bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan teori, praktik, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa STIK sebagai calon pemimpin Polri yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” katanya.
Dengan kehadiran ratusan mahasiswa STIK di berbagai wilayah terdampak bencana, diharapkan kontribusi yang diberikan dapat membantu masyarakat bangkit lebih cepat serta memperkuat pemulihan sosial di daerah tersebut.(*)













