Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal Masjid Jamik menyalurkan santunan pendidikan senilai Rp25 juta kepada lima mahasiswa yang kehilangan orang tua akibat bencana. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa terdampak sekaligus untuk meringankan beban ekonomi agar mereka tetap dapat melanjutkan studi.
Selain menerima santunan masing-masing Rp5 juta, kelima mahasiswa tersebut juga dibebaskan dari kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga menyelesaikan pendidikan.
Rektor USK, Prof. Marwan, menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi membantu mahasiswa terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Rumah Amal Masjid Jamik dan sejumlah unit di lingkungan USK.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepedulian banyak pihak yang telah membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya mereka yang kehilangan orang tua. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu kebutuhan pendidikan. Selain menerima santunan, mahasiswa tersebut juga kami bebaskan dari kewajiban pembayaran UKT hingga menyelesaikan studi. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa dan memotivasi mereka untuk tetap semangat menyelesaikan studi,” ujar Prof. Marwan,Jumat (6/1/2026).
Ia menambahkan, USK terus melakukan pendataan terhadap mahasiswa terdampak dari berbagai kategori guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan tidak ada mahasiswa yang terlewat dari perhatian kampus.
Sementara itu, Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, S.Farm., M.Farm., Apt, menjelaskan bahwa dana peduli bencana disalurkan sesuai amanah para donatur. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada lima mahasiswa dengan total Rp25 juta.
“Dana yang terkumpul kami salurkan sesuai dengan peruntukannya, dengan fokus membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya yang kehilangan orang tua. Kami berharap bantuan ini dapat membantu keberlanjutan studi mereka,” ujarnya.
USK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa yang menghadapi kesulitan, terutama akibat bencana, demi memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.(*)













