Sabang – Di sudut tenang Pulau Weh, tepatnya di Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, terdapat sebuah pantai yang keindahannya terus memikat hati warga lokal: Pantai Balepasi. Dengan hamparan pasir putih, garis pantai yang panjang, dan laut biru yang tenang, Balepasi seakan menjadi ruang pelarian alami bagi masyarakat Sabang yang ingin menepi sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas harian.
Setiap akhir pekan, pantai ini selalu dipadati warga yang membawa keluarga, teman, hingga anak-anak untuk bersantai. Meski tidak sepopuler Iboih atau Gapang di kalangan wisatawan mancanegara, Pantai Balepasi justru dikenal luas sebagai pantai “rumah sendiri” bagi masyarakat Sabang—tempat yang menawarkan kenyamanan, kebersihan, dan suasana yang benar-benar alami.
Keindahan Pantai Balepasi tidak hanya terletak pada panorama lautnya, tetapi juga suasana yang terasa intim dan hangat. Ombaknya yang tenang membuat siapa pun—dari anak kecil hingga lansia—merasa aman untuk bermain air atau sekadar duduk menikmati angin laut.
Saat pagi hari, Balepasi menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang lembut. Sementara menjelang sore, langit perlahan berubah warna, menciptakan suasana romantis yang membuat warga betah tinggal lebih lama. Tidak sedikit keluarga yang membawa tikar, makanan ringan, dan menikmati waktu berkualitas bersama sambil mengawasi anak-anak bermain pasir.
Roni, pemuda Gampong Ie Meule, mengungkapkan bahwa Balepasi akhir-akhir ini semakin ramai pengunjung, terutama karena suasana pantainya tetap bersih dan terawat.
“Keindahan pantai ini memang menjadi daya tarik utama, apalagi ombaknya tenang dan cocok untuk semua kalangan,” ujarnya, Jumat (03/10/2025).
Salah satu alasan mengapa Pantai Balepasi cepat menjadi favorit warga Sabang adalah lokasinya yang mudah dijangkau. Terletak tidak jauh dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ie Meule, perjalanan menuju pantai hanya memakan waktu kurang dari 10 menit dari pusat Kecamatan Sukajaya.
Di sisi pantai, kini tersedia pondok-pondok santai yang disediakan oleh warga setempat. Fasilitas sederhana ini menjadi tempat favorit bagi pengunjung untuk beristirahat, menikmati pemandangan, atau sekadar berbincang sambil menunggu senja.
“Fasilitas sederhana seperti pondok ini membuat suasana berkumpul semakin nyaman,” kata Roni yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemuda menjaga kebersihan kawasan tersebut.
Para pengunjung menyebut keberadaan pondok-pondok itu sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membawa anak kecil atau lansia. Tidak harus duduk di pasir panas, mereka bisa menikmati pantai sambil berteduh dengan nyaman.
Salah satu hal yang dibanggakan masyarakat Ie Meule adalah kondisi pantainya yang bersih. Hampir setiap akhir pekan, kelompok pemuda gampong melakukan gotong royong membersihkan sampah yang terbawa ombak atau yang tertinggal oleh pengunjung.
Kesadaran warga terhadap kebersihan kawasan pantai membuat Balepasi tampak lebih terawat dibanding banyak pantai lainnya. Inilah yang membuat banyak warga Sabang menjadikan Balepasi sebagai tujuan rutin untuk liburan singkat atau relaksasi.
Dengan semakin meningkatnya kunjungan, masyarakat berharap wisatawan turut menjaga kebersihan kawasan agar pesona Balepasi tetap terjaga hingga waktu yang lama.
Pantai Balepasi bukan hanya untuk bersantai. Banyak warga memanfaatkannya sebagai lokasi berolahraga ringan seperti jogging sore, yoga, hingga bermain voli pantai. Karena garis pantainya yang panjang dan landai, Balepasi sangat cocok untuk aktivitas outdoor.
Keluarga muda sering terlihat mengajak anak-anak mereka bermain pasir, mengumpulkan kerang kecil, atau berenang dengan pelampung di bibir pantai. Para remaja biasanya berkumpul di sisi lain pantai sambil menikmati suasana santai di pondok-pondok yang tersedia.
Bagi sebagian pengunjung lainnya, Pantai Balepasi juga menjadi tempat untuk menikmati hembusan angin laut sambil memancing. Laut yang cukup tenang mendukung aktivitas ini dan sering menjadi pilihan warga terutama pada pagi hari.
Keunggulan utama Pantai Balepasi terletak pada kemudahan akses dan biaya berwisata yang sangat terjangkau. Tidak ada tiket masuk, dan biaya parkir pun dikelola warga dengan harga ramah. Sementara pondok-pondok santai dapat digunakan secara sukarela, beberapa warga menyediakan layanan sewa tikar atau jajanan sederhana di sekitar pantai.
Hal inilah yang menjadikan Balepasi sebagai destinasi paling realistis bagi warga Sabang untuk menikmati liburan keluarga tanpa mengeluarkan biaya besar. Dengan suasana yang asri dan pemandangan laut yang cantik, pantai ini menjadi ruang berkumpul favorit bagi berbagai kalangan.
Meski sudah menjadi primadona lokal, masyarakat Ie Meule berharap pemerintah dapat terus mendukung pengembangan kawasan pantai ini, baik melalui penataan area wisata, penambahan fasilitas pendukung, maupun promosi yang lebih intens kepada wisatawan luar daerah.
Dengan pengelolaan yang baik, Pantai Balepasi berpotensi menjadi salah satu ikon wisata unggulan Sabang yang tidak hanya diminati warga lokal, tetapi juga wisatawan Nusantara.
Roni berharap agar kawasan ini tetap dijaga bersama.
“Kalau bersih, semua orang senang datang. Kita ingin pantai ini tetap jadi tempat nyaman bagi warga dan wisatawan,” tutupnya.
Keindahan alam Sabang selalu memukau, dan Pantai Balepasi adalah salah satu bukti bahwa Pulau Weh menyimpan banyak pesona selain lokasi-lokasi wisata yang telah lebih dulu terkenal. Dengan kealamiannya, keramahan warga, serta atmosfer yang menenangkan, Balepasi hadir sebagai kebanggaan baru warga Sabang.
Di masa mendatang, pantai ini diyakini akan semakin berkembang dan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi oleh siapa pun yang datang ke Sabang bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena suasana damainya yang sulit ditemukan di tempat lain.(*)













