HeadlinePariwara

Wisata Sabang Menggeliat Saat Libur Panjang, Sektor Pariwisata Panen Berkah

×

Wisata Sabang Menggeliat Saat Libur Panjang, Sektor Pariwisata Panen Berkah

Share this article
Antrean wisatawan di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh tampak ramai pada libur panjang 4–7 September 2025. Para wisatawan terlihat antusias untuk menyeberang ke Sabang, destinasi favorit yang selalu dipadati pengunjung saat musim liburan.Foto: (Suara Aceh).

Sabang – Sabang kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh dan ujung barat Indonesia. Libur panjang Kamis 4 September hingga Minggu 7 September 2025 menjadi momentum emas bagi sektor pariwisata Pulau Weh, di mana ribuan wisatawan memadati berbagai lokasi wisata dari pantai, titik snorkeling, hingga pelabuhan yang menciptakan denyut wisata kota lebih cepat dari biasanya.

Sejak Kamis pagi, antrean panjang terlihat di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh. Para wisatawan, baik dari Aceh, Sumatera, Jawa, hingga mancanegara seperti Malaysia, tampak antusias menunggu jadwal keberangkatan kapal cepat menuju Sabang. Animo ini menunjukkan betapa tingginya daya tarik Sabang, terutama saat libur kejepit yang memberikan peluang singkat namun berharga bagi para traveler untuk melarikan diri dari rutinitas.

Setibanya di Pulau Weh, wisatawan langsung tersebar ke berbagai sudut destinasi. Pantai-pantai seperti Iboih, Sumur Tiga, Gapang, dan Panta Maimun Saleh tampak penuh aktivitas. Wisatawan terlihat berswafoto, berenang, hingga menikmati kuliner khas yang disajikan di gazebo-gazebo pinggir pantai.

Namun, magnet utama tetaplah Pulau Rubiah ikon snorkeling Sabang yang selalu menjadi incaran para pencinta laut. Setiap harinya, ratusan wisatawan naik boat tradisional dari Iboih menuju Rubiah, membawa pelampung, masker snorkel, dan kamera underwater. Mereka disambut langsung oleh kejernihan air laut yang membiaskan warna-warni terumbu karang, ikan mayor, botana biru, hingga clownfish atau Nemo yang menjadi favorit anak-anak.

Suasana ramai bukan hanya terlihat di laut, tetapi juga di jalur darat. Sepanjang rute menuju destinasi wisata, deretan motor dan mobil rental terlihat meningkat drastis. Penginapan-penginapan yang biasanya lengang pada hari biasa mendadak penuh, mulai dari homestay sederhana hingga hotel berbintang. Restoran dan rumah makan pun ikut menikmati limpahan rezeki, dengan lonjakan tamu hingga dua kali lipat dari hari normal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyampaikan bahwa libur panjang kali ini menjadi bukti kuat bahwa Sabang tetap menjadi destinasi favorit masyarakat.

“Alhamdulillah, Sabang kembali ramai dikunjungi wisatawan. Pemerintah daerah terus berupaya menjaga kenyamanan dan kualitas layanan agar ke depan Sabang semakin dipercaya sebagai destinasi unggulan,” ujar Harry, Minggu (7/9/2025).

Menurut Harry, salah satu kunci keberhasilan Sabang mempertahankan pesonanya adalah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Seluruh pihak berkomitmen menjaga kebersihan pantai, kualitas layanan, keamanan jalur wisata, hingga kenyamanan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Harry menambahkan bahwa Sabang kini tengah mendorong konsep pariwisata berkelanjutan, di mana alam tetap dijaga meski jumlah kunjungan meningkat.

“Kita ingin wisatawan puas, tetapi alam juga harus tetap terpelihara. Itulah kenapa kami terus melakukan pengawasan dan edukasi,” ujarnya.

Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya terlihat di lokasi wisata, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi lokal. Para pelaku usaha merasakan berkah dari padatnya wisatawan selama empat hari berturut-turut.

Zulkifli, pemilik Jom Jol Travel, mengatakan seluruh paket wisata yang mereka tawarkan telah terjual habis bahkan sebelum libur dimulai.

“Dolphin trip itu padat sekali, begitu juga kunjungan ke Pulau Rubiah. Empat hari ini luar biasa ramai. Bahkan tren ini diperkirakan berlanjut sampai akhir bulan karena pertengahan September ada libur sekolah dari Malaysia,” jelasnya.

Trip lumba-lumba memang menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan rela bangun sebelum matahari terbit untuk mengejar momen melihat kawanan lumba-lumba melompat di laut lepas sekitar Teluk Sabang. Momen ini selalu menjadi highlight bagi wisatawan mancanegara.

Selain travel agent, penyedia jasa transportasi juga ikut menikmati lonjakan permintaan. Zulfikar, pemilik usaha rental mobil di Sabang, mengungkapkan hampir seluruh armadanya ludes disewa wisatawan.

“Begitu ada libur kejepit, Sabang langsung diserbu. Alhamdulillah, ini rezeki buat kami, meski kadang kewalahan kalau ada tamu datang tanpa reservasi,” katanya.

Kenaikan permintaan juga terjadi pada usaha kuliner, penyedia jasa boat, pemandu snorkeling, penyedia diving gear, hingga UMKM cenderamata. Para pedagang kaos, gelang, magnet kulkas, dan souvenir khas Pulau Weh pun merasakan penjualan meningkat lebih dari 60% dibanding hari biasa.

Berkat momen libur panjang ini, sektor pariwisata Sabang kembali menunjukkan grafik positif. Dengan tren kunjungan yang stabil dan meningkat, pelaku usaha memprediksi bahwa Sabang akan memasuki fase panen wisata hingga akhir Desember.

Kedatangan wisatawan Malaysia pada pertengahan September, yang bertepatan dengan libur sekolah, diperkirakan akan meningkatkan kunjungan secara signifikan. Hal ini sudah terasa dari pemesanan hotel yang mulai penuh sejak awal bulan.

Pemerintah Kota Sabang berharap dengan semakin banyaknya event pariwisata, mulai dari Sabang Night Run, festival kuliner, hingga promosi ekowisata, Sabang dapat terus memperluas pasar wisatawan domestik dan mancanegara.

“Sabang memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain: alam yang indah, masyarakat yang ramah, dan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari bahari hingga kuliner,” ujar Harry.

Momentum libur panjang ini kembali menegaskan bahwa pesona Sabang tidak pernah pudar. Birunya laut, hijaunya hutan, dan kehangatan masyarakat menjadi daya tarik tak tergantikan bagi wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus petualangan.

Bagi banyak orang, Sabang lebih dari sekadar destinasi wisata. Ia adalah ruang pelarian yang menyajikan keindahan alami, pengalaman baru, dan ketenangan batin. Tidak sedikit wisatawan yang mengaku selalu ingin kembali karena nuansa Pulau Weh memberikan kenyamanan yang tidak mereka temukan di tempat lain.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah, komunitas wisata, dan masyarakat, Sabang diyakini akan terus berkembang menjadi destinasi unggulan di Aceh dan Indonesia. Libur panjang hanya salah satu momentum yang membuktikan bahwa Sabang siap menyambut wisatawan kapan saja baik saat musim liburan maupun hari-hari biasa.(*)

Advertorial.