HeadlineRagam

USK Mantapkan Hilirisasi Nilam untuk Pertahankan Supremasi 90% Pasar Dunia

×

USK Mantapkan Hilirisasi Nilam untuk Pertahankan Supremasi 90% Pasar Dunia

Share this article
Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan produk inovasi hulu-hilir industri nilam USK pada Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 di Universitas Negeri Surabaya. Foto:(Humas USK).

Surabaya – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meneguhkan perannya sebagai pelopor riset dan hilirisasi komoditas unggulan nasional melalui presentasi inovasi hulu-hilir industri nilam pada Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 19–21 November 2025.

Dalam sesi seminar bertema Pemberdayaan Ekonomi dan Kewirausahaan, Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK sekaligus Kepala Atsiri Research Center (ARC) PUIPT Nilam USK, Dr. Syaifullah Muhammad, menjadi narasumber utama bersama sejumlah pakar terkemuka dari berbagai universitas.

Syaifullah menegaskan pentingnya memperkuat industri nilam nasional, mengingat Indonesia menguasai sekitar 90 persen pasar nilam dunia. Menurutnya, dominasi ini menjadikan industri nilam sebagai sektor strategis yang harus terus diperkuat melalui riset berkelanjutan dan kolaborasi pentahelix.

“Selama lebih dari satu dekade, USK telah membangun ekosistem nilam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tantangan kita adalah bagaimana memastikan dominasi pasokan global ini benar-benar memberi nilai tambah maksimal bagi petani,” ujarnya.

Dalam paparannya, Syaifullah memaparkan kontribusi 12 tahun USK melalui ARC yang telah berkembang sebagai pusat riset unggulan nasional dan center of excellent industri nilam. Inovasi yang dihasilkan meliputi: Pengembangan bibit unggul,teknologi penyulingan efisien,purifikasi peningkat mutu,hingga formulasi produk turunan siap pasar.

Produk-produk hilirisasi nilam yang dikembangkan ARC kini diproduksi oleh Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) dan PT Global Mandiri USK (GMU) milik USK. Berbagai hasil inovasi tersebut turut dipamerkan dalam Ekspo KPPTI 2025 dan menarik perhatian banyak perguruan tinggi yang ingin menjalin kolaborasi riset.

ARC USK, kata Syaifullah, ditopang oleh sekitar 80 profesor, doktor, dan magister yang bekerja lintas disiplin. Kolaborasi riset juga telah terjalin dengan ITB, UI, IPB, UGM, Unand, hingga lembaga riset internasional Fraunhofer di Jerman.

Program riset nilam USK juga sejalan dengan prioritas nasional di bidang hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong kemandirian ekonomi bangsa.

Kinerja ARC USK telah mendapatkan berbagai pengakuan prestisius, antara lain:

1. Indonesia Innovator Awards 2025 dari BRIN

2. Gold Winner Anugrah Diktisaintek 2024

3. Global Innovation Awards 2024 dari GIMI Institute, Barcelona.

Penghargaan tersebut mengukuhkan posisi USK sebagai pionir hilirisasi riset di Indonesia.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, secara terpisah menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat dampak riset bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

“USK akan terus mendedikasikan riset yang berdampak bagi kesejahteraan publik dan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan jejaring nasional dan internasional merupakan kunci untuk memperluas pasar produk hilirisasi nilam.

“Tujuan kita jelas: memperkuat posisi komoditas nilam Indonesia di pasar global dan memastikan manfaat ekonominya dirasakan seluas mungkin oleh masyarakat,” tutupnya.(*)