Daerah

Dosen Universitas Teuku Umar Kembangkan Produktivitas Hijauan Sorgum di Lahan Gambut untuk Pakan Ternak Berkualitas

×

Dosen Universitas Teuku Umar Kembangkan Produktivitas Hijauan Sorgum di Lahan Gambut untuk Pakan Ternak Berkualitas

Share this article

Meulaboh – Tim Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Membangun Ketahanan Pangan melalui Optimalisasi Pakan Ternak: Peningkatan Produktivitas Hijauan Sorgum pada Lahan Gambut sebagai Sumber Pakan Ternak Berkualitas” di Desa Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan ini diketuai oleh Dewi Andriani, S.P., M.Si. dari Program Studi Agroteknologi, dengan anggota tim yaitu Agam Rizki, S.Pt., M.Si. dari Program Studi Peternakan, dan Anisah Nasution, S.E., M.Si. dari Program Studi Agribisnis. Program ini juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Peternakan, yakni Almisan Sidiq dan M. Zaki Al-Azmi, yang berperan aktif dalam mendampingi masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Keuchik Desa Cot Seumeureung, serta Ketua dan Anggota Kelompok Ternak Sejahtera sebagai mitra utama dalam kegiatan pemberdayaan.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hijauan pakan melalui budidaya tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) pada lahan gambut, yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Sorgum memiliki potensi besar sebagai sumber pakan ternak alternatif karena kandungan nutrisinya tinggi, mudah dibudidayakan, dan dapat diolah menjadi silase — pakan fermentasi yang tahan lama, praktis, dan bergizi tinggi.

Dalam sesi pelatihan, tim UTU memberikan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan silase berbasis sorgum dengan metode sederhana dan mudah diterapkan oleh peternak. Tanaman sorgum yang telah dipanen dipotong menjadi bagian-bagian kecil menggunakan mesin chopper, kemudian dipadatkan dalam wadah kedap udara seperti tong atau bunker. Untuk mendukung proses fermentasi, ditambahkan bahan tambahan seperti dedak atau molase. Selanjutnya, wadah ditutup rapat agar udara tidak masuk, dan dibiarkan selama minimal dua minggu sehingga terjadi proses fermentasi anaerobik. Setelah proses ini selesai, silase sorgum siap diberikan sebagai pakan ternak dengan kandungan nutrisi yang terjaga dan daya simpan yang lebih lama.

Selain pelatihan pembuatan silase, tim UTU juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pendukung pertanian, di antaranya mesin pencacah dan pemotong sorgum, serta mesin parut sagu yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian masyarakat desa. Dukungan ini menjadi bentuk nyata komitmen UTU dalam mendorong praktik pertanian dan peternakan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota Kelompok Ternak Sejahtera dan masyarakat Desa Cot Seumeureung yang aktif mengikuti setiap sesi kegiatan. Para peserta terlihat antusias saat mencoba langsung proses pembuatan silase serta memahami manfaat sorgum sebagai pakan alternatif yang ekonomis dan bergizi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Cot Seumeureung dapat mengembangkan sistem pertanian dan peternakan terpadu berbasis sorgum sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pakan di tingkat desa. Tim UTU berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan agar inovasi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.

Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2025, melalui skema Pengabdian Berbasis Kemitraan Masyarakat, dengan tim pelaksana dari Universitas Teuku Umar. (*)