Aceh Barat – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Aceh Barat menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka Milad ke-108 Aisyiyah dengan fokus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa Qariyah Thayyibah. Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qariyah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional”, yang mencerminkan komitmen Aisyiyah dalam mendukung dakwah kemanusiaan semesta.
Ketua PDA Aisyiyah Aceh Barat, Dra. Hj. Salriani, dalam sambutannya menyatakan bahwa Milad ke-108 menjadi momen penting untuk meneguhkan peran Aisyiyah dalam menjawab isu-isu strategis nasional, terutama di bidang ketahanan pangan.
“Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam menaruh perhatian besar terhadap isu ketahanan pangan. Kami percaya bahwa peran perempuan sangat vital dalam membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan, dimulai dari keluarga hingga komunitas desa,” ujar Salriani.
Melalui pendekatan Qariyah Thayyibah—sebuah konsep desa ideal yang mandiri dan berdaya—Aisyiyah ingin mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal yang berdampak langsung pada ketahanan nasional.
Untuk menyemarakkan Milad tahun ini, PDA Aisyiyah Aceh Barat menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya:
-
Penanaman Sayur dan Panen Serentak oleh PDA se-Aceh sebagai simbol gerakan kolektif untuk kedaulatan pangan.
-
Lomba Guru Bercerita untuk anak-anak TK Aisyiyah dengan tema ketahanan pangan, sebagai upaya edukasi sejak dini.
-
Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal berbahan dasar jagung, ubi, labu, dan sukun, guna mengangkat kembali potensi pangan tradisional.
-
Bakti Sosial kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Aisyiyah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pengembangan ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya desa secara berkelanjutan.
“Kami berharap perempuan di seluruh lapisan masyarakat semakin berdaya, mampu menjadi pelaku utama dalam menciptakan ketahanan pangan dari rumah hingga skala nasional,” tambah Salriani.
Dengan pendekatan berbasis komunitas dan nilai-nilai keberdayaan, Aisyiyah Aceh Barat menunjukkan peran strategis perempuan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan masa depan. (*)












