Desa Wisata Diharap Menjadi Garda Terdepan Sukseskan PON 2024
Banda Aceh – Alue Naga bukan sekadar keindahan pantai. Daerah yang pernah hancur lebur akibat gempa dan tsunami Aceh pada 2004 silam itu kini terus mengalami kemajuan. Pertumbuhan jumlah penduduk juga semakin meningkat pesat.
Desa yang berada di Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh itu memiliki sejumlah objek wisata. Selain itu, Alue Naga juga termasuk dalam satu dari delapan gampong wisata di Kota Banda Aceh berdasarkan Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 92 Tahun 2023.
Salah satu tujuan pembentukan gampong wisata adalah dalam rangka memberdayakan gampong di Banda Aceh dengan mengembangkan potensi sumber daya lokal di sektor pariwisata. Hal ini telah dilakukan di Gampong Alue Naga.
Saban sore, terutama saat akhir pekan, Alue Naga menjadi lokasi yang paling diburu oleh wisatawan. Selain merasakan angin sepoi-sepoi sambil menikmati keindahan pantai, lokasi ini juga cocok sebagai tempat berolahraga atau joging.
Perpaduan antara olahraga dan wisata menjadikan lokasi ini sebagai lokasi yang tepat dalam pengembangan sport tourism. Umumnya, para pengunjung yang berwisata berasal dari kalangan mahasiswa dari beberapa kampus di sekitar kawasan itu.
Untuk sekali masuk, wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp3.000 per sepeda motor dan Rp5.000 untuk roda empat. Di lokasi ini, para wisatawan bisa menikmati keindahan pantai sambil menikmati kopi dan aneka kuliner yang dijajakan di warung-warung.
Selain itu, Alue Naga juga sudah tak asing bagi para pecinta memancing. Setiap sore, terutama akhir pekan, lokasi ini dipadati oleh para pemancing ikan. Setiap sore, para wisatawan di Alue Naga juga disuguhkan dengan pemandangan para nelayan pulang berlayar mencari ikan menggunakan perahunya.
Tak cuma itu, para wisatawan juga disuguhkan oleh pemandangan matahari terbenam perlahan di antara pegunungan di ufuk barat. Momen ini yang paling ditunggu-tunggu untuk mengabadikan momen.
Para wisatawan juga tak perlu khawatir tak bisa menunaikan ibadah saat waktu salat Magrib tiba. Karena, di sekitar objek wisata terdapat sejumlah tempat ibadah yang merupakan milik Gampong Alue Naga.(*)
Lokasi yang Cocok untuk Buat Konten
Alue Naga bukan hanya didatangi oleh wisatawan lokal yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar, tetapi juga berasal dari luar dua daerah itu. Salah satunya Kabupaten Aceh Utara.
Salah seorang wisatawan asal Aceh Utara, Andi Rinaldi mengaku takjub dengan keindahan pantai Alue Naga. Selain tempat bersantai, Andi juga kerap menjadikan Alue Naga sebagai lokasi pembuatan konten di media sosial (medsos) miliknya.
“Keindahan sunset di Alue Naga luar biasa, apalagi dengan latar belakang pegunungan Pulau Aceh, saat matahari terbenam di sela sela gunung, itu momen yang tepat untuk membuat konten,” kata Andi Rinaldi, Rabu (21/8/2024).
Dalam kesempatan itu, Andi juga memberi catatan agar Alue Naga terus berbenah, terutama soal kebersihan, penataan tempat parkir, dan pedagang yang menjajakan makanan.

Menurut Andi, kebersihan adalah kunci dari berkembangnya sebuah objek wisata. Demikian juga tempat parkir, hal ini menjadi tolak ukur kenyamanan para pengunjung.
“Kebersihan, penataan tempat parkir dan orang jualan harus ditingkatkan, supaya semakin banyak wisatawan yang ke sini, demikian juga MCK kalau bisa harus ada,” kata Andi Rinaldi.(*)
Gampong Wisata Menjadi Magnet Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Said Fauzan berharap gampong wisata tersebut dapat mengambil peran dalam menggaet wisatawan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024 yang akan berlangsung September nanti.
Di sisi lain, Said Fauzan berharap, gampong wisata dapat menjadi magnet dalam mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin ke pusat ibu kota provinsi Aceh itu.
“Gampong wisata kita harapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan saat perhelatan PON 2024 nanti,” kata Said Fauzan, pekan lalu.
Pemerintah sendiri, kata Fauzan, telah melakukan berbagai upaya dalam menyongsong PON 2024, salah satunya menyusun berbagai strategi untuk menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Fauzan mengatakan, event olahraga terbesar di Tanah Air ini diharapkan tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempromosikan pariwisata dan meningkatkan perekonomian lokal.
“Dengan majunya pariwisata, secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal,” tutur Said Fauzan.(*)
Gencarkan Kampanye Melalui Media
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai upaya dalam menyambut PON 2024, salah satunya yaitu menggencarkan promosi potensi pariwisata yang ada di kota itu melalui media.
Dispar Banda Aceh, tambah Said Fauzan, telah merancang kampanye promosi untuk mempromosikan destinasi wisata di beberapa lokasi yang menjadi titik pelaksanaan PON 2024 nantinya.
Kata Said Fauzan, melalui kolaborasi dengan berbagai platform media sosial dan website pariwisata, pemerintah bertujuan untuk mengedukasi wisatawan mengenai keindahan dan keunikan tempat-tempat yang akan menjadi lokasi pertandingan.
Dalam menghadapi PON 2024, kata Said Fauzan, pemerintah melalui instansi terkait juga telah melakukan peningkatan dan pembenahan segala hal demi menyukseskan PON 2024. Beberapa proyek renovasi dan pembangunan fasilitas baru sedang dikebut untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
“Seperti perbaikan jalan, itu merupakan upaya pemerintah dalam menyongsong PON 2024,” kata Said Fauzan.
Untuk menarik wisatawan, kata Fauzan, Dispar Banda Aceh juga menggencarkan promosi melalui media cetak dan online. Berita mengenai potensi wisata di lokasi tuan rumah PON 2024 akan disebarluaskan melalui berbagai media di daerah dikenal Serambi Mekkah itu.
Dengan strategi-strategi ini, Said Fauzan berharap PON 2024 tidak hanya sukses sebagai acara olahraga, tetapi juga mampu menjadi magnet bagi wisatawan yang datang untuk merasakan atmosfer meriah sekaligus mengeksplorasi keindahan Indonesia, terutama Banda Aceh.

Upaya tersebut, tambah Said Fauzan, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal di seluruh Indonesia.
Said Fauzan juga berharap warga Banda Aceh siap menyongsong PON 2024. Warga kota diminta mengedepankan pepatah Aceh ‘peumulia jamee adat geutanyoe (memuliakan tamu adat kita)’ dalam menyambut wisatawan saat pelaksanaan event olahraga terbesar Tanah Air nantinya.
Menurut Said Fauzan, penerapan konsep peumulia jamee akan memberi kesan tersendiri bagi para wisatawan, sehingga mereka akan kembali lagi ke Kota Banda Aceh. Secara tidak langsung, para wisatawan juga akan mempromosikan daerah yang dikunjunginya saat kembali ke daerahnya masing–masing.
“Kesan positif yang melekat pada wisatawan membuat mereka akan kembali lagi ke daerah kita,” ungkap Said Fauzan. (*)
Desa Wisata Garda Terdepan Sukseskan PON
PON XXI Aceh – Sumut 2024 yang akan berlangsung 9 hingga 20 September 2024 merupakan momentum Kota Banda Aceh dalam memperkenalkan segala potensi pariwisatanya ke masyarakat luar.
Alue Naga yang merupakan satu dari delapan gampong wisata di Banda Aceh diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan event olahraga empat tahunan itu, sekaligus mempromosikan segala potensi wisata yang ada di desa itu kepada para atlet, ofisial dan suporter dari segala penjuru Nusantara.
Kepala Bidang Promosi Dispar Banda Aceh, Triansyah Putra berharap Alue Naga sebagai salah satu gampong wisata harus mampu memanfaatkan momentum tersebut. Segala potensi wisata dan produk unggulan harus dimunculkan untuk diketahui banyak orang, sehingga mengundang daya tarik wisatawan berkunjung ke sana.
“PON ini kesempatan langka dan belum tentu ke depan Aceh akan kembali menjadi tuan rumah, maka karena itu kepada masyarakat desa wisata bisa memanfaatkan pelaksaan PON yang ada di Banda Aceh dengan sebaik mungkin,” kata Triansyah Putra kepada SUARA ACEH, Kamis (22/8/2024).
Pria yang akrab disapa Boy itu menyebutkan bahwa Dispar Banda Aceh saat ini tengah fokus mengembangkan pola pariwisata yang dikenal dengan nama community base tourism atau pariwisata berbasis masyarakat.

Menurut Boy, pembentukan gampong wisata merupakan salah satu implementasi dari pola pariwisata berbasis masyarakat, di mana seluruh aktivitas wisatawan berlangsung dan berbaur dengan masyarakat pedesaan.
Dengan konsep tersebut, Boy berharap masyarakat desa wisata dapat mengambil peran dengan menampilkan seluruh produk unggulannya kepada wisatawan, sehingga mereka tertarik kembali lagi ke daerah ini.
“kita di Dispar mendorong pariwisata yang berbasis kemasyatakatan, dan itu kita harapkan desa wisata menjadi garda terdepan dalam mensukseskan PON 2024,” kata Boy.
Boy menyebutkan bahwa ada beberapa venue PON yang berada di desa wisata, seperti cabang olahraga layar di KM 0 Kampung Jawa, dan sejumlah lokasi lainnya. Ia berharap, masyarakat di venue PON tersebut dapat memberi pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Kita harapkan masyarakat desa wisata bisa menampilkan semua pelayanan dan prodak-prodak unggulan desa wisatanya, kita harapkan juga saat pelaksanaan PON di Banda Aceh, banyak atlet dan suporter yang datang ke Banda Aceh serta berkunjung ke destinasi wisata unggulan yang ada di desa wisata tersebut,” ujarnya. [*]
Advertorial.













