Dispar Banda Aceh Minta Pedagang Diminta tak Gelembungkan Harga Saat PON
Banda Aceh – Kebersihan dan kenyamanan merupakan faktor penting dalam menggaet wisatawan berkunjung ke suatu tempat. Kedua hal ini juga akan menjadi penentu wisatawan akan kembali lagi ke lokasi yang sama.
Oleh karena itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh mengajak warga kota untuk menjaga kebersihan demi mewujudkan kenyamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke pusat ibu kota Provinsi Aceh itu.
Kepala Dispar Banda Aceh, Said Fauzan mengatakan, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024, kota ini diperkirakan akan dibanjiri oleh wisatawan. Selain dari atlet dan osifial, mereka berasal dari para penonton yang ingin menyaksikan event olahraga terbesar tanah air itu.
“PON 2024 diprediksi akan mendatangkan puluhan ribu wisatawan, maka karena itu, kita harus bersiap menyambut mereka,” kata Said Fauzan, pekan lalu.
Said Fauzan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kerapian Kota Banda Aceh agar wisatawan betah dan nyaman berada di sini.
“Mari jaga kebersihan, keindahan, kerapain, untuk kita, untuk lingkungan kita, untuk generasi kita dan juga nama baik daerah kita,” kata Said Fauzan.
Said Fauzan menyebutkan, di beberapa objek wisata, kebersihan dan kenyamanan selalu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Menurutnya, dua hal ini bisa diwujudkan atas kesadaran pengelola dan masyarakat yang berkunjung.
“Pengelola objek wisata dan pengunjung harus sama sama menjaga, sehingga kebersihan di objek wisata ini tetap terjaga,” kata Said Fauzan.(*)
Kebersihan Kunci Sukses Destinasi Pariwisata
Dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif, menjaga kebersihan bukan hanya soal estetika; ini adalah kunci utama dalam menarik dan mempertahankan minat wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Said Fauzan mengatakan, kebersihan yang terjaga dengan baik mencerminkan profesionalisme dan perhatian terhadap pengalaman pengunjung, serta memberikan dampak positif pada citra destinasi pariwisata.
Kata Said Fauzan, saat wisatawan mengunjungi suatu destinasi, kesan pertama mereka sering kali dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan sekitar. Tempat yang bersih memberikan kesan bahwa destinasi tersebut terawat dan aman untuk dikunjungi.
“Dari trotoar yang bebas sampah hingga toilet yang bersih, setiap detail kebersihan berperan dalam menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung, jadi hal hal seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Said Fauzan.

Di sisi lain, kata Said Fauzan, wisatawan yang merasa nyaman dan puas cenderung akan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain dan bahkan kembali untuk mengunjungi lagi. Kebersihan yang baik memastikan bahwa pengunjung tidak hanya merasa nyaman, tetapi juga merasa dihargai.
Selain itu, tambah Said Fauzan, fasilitas yang bersih dan terawat membuat pengalaman mereka lebih menyenangkan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan keseluruhan mereka terhadap destinasi.
“Sehingga mereka akan kembali lagi ke destinasi wisata tersebut, atau istilahnya dalam bahasa Aceh “jak lom”,” ujar Said Fauzan.
Said Fauzan menambahkan, kebersihan juga berhubungan langsung dengan kesehatan. Lingkungan yang bersih mengurangi risiko penyebaran penyakit dan infeksi. Dengan memastikan area umum, seperti tempat makan, hotel, dan objek wisata, tetap bersih dan higienis, destinasi pariwisata dapat memberikan rasa aman kepada pengunjung.
Selain itu, Said Fauzan juga mengungkapkan, destinasi yang dikenal menjaga kebersihan akan mendapatkan reputasi yang baik dan menjadi pilihan utama bagi wisatawan. Media sosial dan ulasan online berperan besar dalam membentuk opini publik.
Menurut Said Fauzan, ulasan positif tentang kebersihan dapat meningkatkan daya tarik destinasi dan menarik lebih banyak wisatawan. Sebaliknya, ulasan negatif terkait kebersihan dapat merusak citra dan mengurangi jumlah pengunjung.
“Apalagi di era sekarang ini, penyebarluasan informasi berlangsung sangat cepat, dan ini berdampak bagi pariwisata,” ujar Said Fauzan. (*)
Dispar Minta Pedagang Sediakan Kuliner Terbaik Kepada Tamu PON di Banda Aceh
Pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 diperkirakan akan memberi dampak positif di berbagai sektor, baik transportasi, kesehatan, pariwisata hingga ekonomi.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh berharap masyarakat lokal dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan pariwisata yang pada ujungnya juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Kepala Bidang Promosi Dispar Kota Banda Aceh Triansyah Putra, SE, MM, mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap peumulia jamee (memuliakan tamu) yang telah menjadi budaya dan identitas masyarakat Aceh.
“Mari tingkatkan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat, kepada wisatawan termasuk atlet PON, ini sesuai dengan peumulia adat geutanyo,” kata Boy saat dihubungi SUARA ACEH, Kamis (22/8/2024).
Boy juga mengingatkan para pelaku usaha kuliner maupun UMKM tidak menggelembungkan harga makanan ataupun produk saat PON nanti. Hal ini penting agar kepercayaan masyarakat luar terhadap Aceh meningkat, sehingga mereka terkesan dan kembali lagi ke daerah ini.
“Bagi pelaku usaha kuliner maupun UMKM, jangan menaikin harga,” ujar Boy.
Selain itu, Boy juga mengingatkan para pelaku usaha untuk mengedepankan sikap transparansi dalam melakukan transaksi. Misalnya pelaku usaha yang bergerak di bidang restauran dan kuliner, maka harus meletakkan menu lengkap dengan harganya.
“Saya mengimbau pelaku usaha untuk menyertakan harga pada setiap menu ataupun produk, sehingga ada transparansi harga dalam setiap transaksi,” ujar Boy.
Dalam kesempatan itu, Boy juga mengungkapkan, dalam menyongsong PON 2024, pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam rangka menyambut wisatawan.
Boy mengatakan, agar para atlet, osifial dan suporter tertarik mengunjungi objek wisata, pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Disbudpar Aceh dalam hal mempromosikan kesiapan tempat tempat wisata yang ada di Banda Aceh.
“Promosi kesiapan tempat wisata tersebut dikemas dalam bentuk video promosi wisata yang ada di Kota Banda Aceh,” kata Boy.

Selain itu, Boy menyebutkan bahwa Dispar Banda Aceh juga menyurati stakeholders di bidang pariwisata sepeti perhotelan, restauran/rumah makan , warung kopi/cafe untuk ikut menyukseskan event olahraga terakbar itu.
“Kita Dispar Banda Aceh juga memasang baliho dan spanduk mengajak sukseskan PON 2024,” ungkap Boy.
Baru baru ini, kata Boy, Dispar Banda Aceh juga menyelenggarakan event fun bike (sepeda santai). Ia menjelaskan, event ini digelar dalam rangka mensosialisasi dan mengajak masyarakat untuk menyukseskan PON 2024.
“Dispar Banda Aceh juga fokus merevitalisasi tempat tempat destinasi wisata di Banda Aceh untuk menyambut PON 2024,” pungkas Boy. (*)
Dispar Gelar Gotong Royong Bersama
Dalam rangka mewujudkan kenayaman bagi tamu PON 2024, Pemerintah Kota Banda Aceh juga melaksanakan gotong royong pada Jumat (9/8/2024). Aksi bersih bersih ini dilakukan agar Banda Aceh terlihat bersih dan indah saat pelaksanaan PON nantinya.
Dalam aksi gotong gorong itu, Pemko Banda Aceh mengerahkan ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aksi bersih-bersih ini dilakukan di enam lokasi strategis di kota tersebut, yakni Masjid Raya Baiturrahman, komplek makam Syiah Kuala.
Kemudian, PLTD Apung, Museum Tsunami, kuburan massal Ulee Lheue, dan Pantai Cermin Ulee Lheue hingga kawasan pelabuhan penyebrangan.
Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran Wali Kota Banda Aceh nomor 005/191 tertanggal 8 Agustus 2024 yang menginstruksikan seluruh PNS di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) di jajaran Pemko untuk berpartisipasi dalam persiapan menyambut PON XXI.

Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya mengatakan, gotong royong ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga untuk memastikan pusat ibu kota Banda Aceh itu siap menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional ini.
Ade Surya mengajak warga kota untuk menunjukkan kepada masyarakat luar bahwa Banda Aceh adalah kota yang ramah, aman dan bersih serta siap menyambut tamu dari mana pun.
“Kita ketahui, Banda Aceh menjadi salah satu tuan rumah PON XXI yang diselenggarakan bersama dengan Sumut. Mari kita menunjukkan kepada dunia, bahwa Banda Aceh adalah kota yang ramah, aman, dan siap menyambut tamu dari berbagai penjuru negeri,” pungkasnya. [*]
Advertorial.












