Banda Aceh – Suasana Jalan Abu Lam U tak seperti biasanya pada Minggu (11/8/2024) pagi. Ribuan warga bersepeda memadati jalan yang berada di depan Gedung Balai Kota Banda Aceh itu.
Tepat 07.30 WIB, Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya mengangkat bendera sebagai pertanda dimulainya fun bike yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh itu.
Sepeda santai dengan hadiah utama umrah ini mengambil start di depan Gedung Balai Kota Banda Aceh, lalu menuju Simpang Jam, belok kanan ke Jalan Sultan Iskandar Muda, kemudian masuk ke PLTD Apung di Punge Blang Cut.
Dari PLTD Apung, peserta kemudian kembali ke Jalan Sultan Iskandar Muda hingga ke Ulee Lheue. Dari Ulee Lheue, peserta terus melewati jalan pinggir pantai hingga ke Kampung Jawa, tepatnya di Jalan Tgk Di Anjong, lalu kembali ke pusat kota dan finish di Taman Bustanussalatin (Taman Sari)
Sambil mengayuh sepeda sepanjang 14 kilometer, para peserta menemui sejumlah objek wisata dan sejarah di kiri-kanan jalan, seperti Museum Tsunami, PLTD Apung, KM 0 Banda Aceh, Pantai Ulee Lheue, Bank Indonesia dan Masjid Raya Baiturrahman.
Amatan SUARA ACEH, para peserta tampak antusias mengayuh sepeda. Sesekali, mereka mengabadikan momen, terutama saat tiba di spot-spot wisata.
Pj Walikota: Mari Kita Majukan Pariwisata Banda Aceh

Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti fun bike tersebut, meski dalam kondisi hujan. Ia menilai, fun bike ini bisa menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menggenjot pariwisata di Banda Aceh melalui sport tourism.
Menurut Ade Surya, selain sebagai ajang olahraga, pelaksanaan fun bike ini juga dalam rangka menyambut PON XXI Aceh-Sumut yang akan berlangsung pada September 2024 mendatang.
“Melalui fun bike ini, diharapkan potensi pariwisata Aceh dapat diketahui banyak orang, terutama tamu PON nantinya,” ungkap Ade Surya.
Ade Surya yang juga Kepala Dinas Pengairan Aceh itu mengajak masyarakat kota untuk turut serta menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut.
“Mari kita sambut para atlet dan ofisial dengan hangat dan ramah. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah tuan rumah yang baik,” ajak Ade Surya.
Berolahraga Sambil Berwisata
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh, Said Fauzan. Dia senang melihat animo luar biasa masyarakat Banda Aceh yang mengikuti jalan santai ini.
“Tentu pelaksanaan ini untuk menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Kota Banda Aceh, dan Aceh umumnya pada 8 hingga 20 September,” sebut Said Fauzan.
Di sisi lain, Said Fauzan menilai fun bike itu menjadi momentum awal bagi masyarakat Banda Aceh untuk berolahraga sambil berwisata.
“Ini juga bagian dari mempromosikan wisata Kota Banda Aceh,” jelas Said Fauzan.
Di era sekarang ini, Said Fauzan menjelaskan bahwa mempromosikan potensi wisata tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi. Hal ini karena penyebaran informasi yang sangat pesat.
Misalnya, kata Said Fauzan, dengan mengunjungi destinasi wisata, para wisatawan akan memposting gambar kunjungannya di media sosial. Menurut Said, hal tersebut secara tidak langsung akan mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi.
“Dengan mengunjungi objek wisata, kita bisa posting, penyebarluasan informasi wisata dan itu sangat up to date, kita sampaikan ke semua elemen dan itu akan mendorong kunjungan wisatawan ke Banda Aceh,” ungkap Said Fauzan.

Dalam kesempatan itu, Said Fauzan juga mengungkapkan alasan penggunaan hastag #jaklom dalam kegiatan fun bike kali ini. Menurutnya, kata “jak lom” yang berarti “pergi lagi” selama ini diartikan sebagai hal yang negatif.
“Selama ini kita sering mendengar bahwasanya “jak lom” sesuatu yang didentik dengan tanda kutip efek jera atau sesuatu hal pengalaman kurang baik, seperti “jak lom u Banda, dan lain-lain,” kata Said Fauzan.
Oleh karena itu, melalui fun bike ini, Said Fauzan ingin mengubah paradigma negatif itu menjadi positif. Melalui keindahan Kota Banda Aceh yang diposting pesepeda santai itu, Said mengajak wisatawan untuk kembali lagi ke Kota Pusaka itu.
“Pada kesempatan ini “jak lom” ini akan kita munculkan kembali bahwasanya itu hal yang positif, ketika punya pengalaman yang baik, kenangan yang indah, orang akan mau datang kembali atau jak lom, ini perlu kita kampanyekan, sehingga itu akan meningkatkan literasi budaya, juga membangun citra positif terhadap pariwisata kita,” pungkasnya. [*]
Advertorial.













