Banda Aceh – Kritik yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh sebaiknya berbasis data yang akurat. Dengan demikian, organisasi perangkat daerah yang menjadi objek kritik mampu melakukan perbaikan untuk kemajuan ke depannya.
“Kritik yang baik kepada pemerintah itu berbasis data,” kata Dr. Musriadi Aswad SPd MPd, Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh bidang pemerintahan dan Hukum, menanggapi salah satu pemberitaan dengan judul “Wali Kota Banda Aceh Gagal Membangun Inprastruktur Sesuai visi dan misi” yang dimuat di salah satu media online , Sabtu(25/12/2021).
Menurut Musriadi, data yang valid sangat penting untuk mendorong organisasi perangkat daerah terkait melakukan perbaikan-perbaikan strategis. Sehingga, OPD yang mendapatkan kritikan di atas mampu melakukan perbaikan secara spesifik.
“Pemerintah Kota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin bisa terima kritikan-kritikan yang membangun seperti itu,” katanya.
Anggota Fraksi PAN DPR Kota itu mengaku, selama ini Pak Walikota selalu mendengarkan kritikan membangun yang tunjukkan kepada pemerintah Kota Banda Aceh tentang berbagai program. Kemudian, menindak lanjuti kepada OPD yang terkait untuk segera dilakukan perbaikan.
“Pemerintah Kota Banda Aceh sangat perlu mendapat kritik membangun, sehingga bisa mengetahui setiap kekurangan. Namun, kritik yang disampaikan perlu dipisahkan dari unsur kebencian dan Inovatif dan Konstruktif,” tegas Musriadi.
Musriadi menyampaikan, selama ini pemerintah kota Banda Aceh terus melakukan pembenahan sanitasi layak bagi masyarakat kota gemilang, hingga tahun ke lima kepemimpinan Aminullah-Zainal melalui Dinas PUPR telah membangun sebanyak 1.713 sambungan rumah IPAL dan MCK dalam Kota Banda Aceh.
Aminullah-Zainal telah banyak membawa perubahan positif, sambung Musriadi lagi, terutama dalam mengentaskan kemiskinan yang trennya terus menurun.
Dinas PUPR terus berupaya mewujudkan Misi Walikota Banda Aceh salah satunya pada sektor ekonomi sebagai upaya peningkatan ekonomi petani tambak diwilayah Kota Banda Aceh dengan membangun irigasi tambak pada tahun 2019 berlokasi di Kecamatan Syiah Kuala sepanjang 212 m, Kecamatan Meuraxa sepanjang 325 m dan tahun 2021 diharapkan bertambah penanganan irigasi tambak sepanjang 2.800 m.
Dengan adanya irigasi tambak yang lebih baik akan memperlancar suplai air ke kawasan tambak, peningkatan kualitas air, membuka peluang produktivitas hasil tambak menjadi lebih baik serta menjaga keberlangsungan budidaya.
Dalam hal mengatasi banjir di Kota Banda Aceh, Aminullah-Zainal sangat fokus dan giat melakukan pengendalian dan pengurangan genangan banjir dengan membentuk Tim Reaksi Cepat Dinas PUPR. Tim TRC Dinas PUPR ini bertugas sebagai tim tanggap darurat penanganan banjir dan air genangan dibadan jalan.
“Kota Banda Aceh juga memiliki 9 station pompa yang beroperasi full time pada saat musim hujan untuk pengendalian banjir,” Terangnya.
Dipemerintahannya Aminullah-Zainal juga membangun saluran drainase diantaranya seperti Pembangunan Saluran Drainase Primer Gp. Sukadamai, Pembangunan Saluran Drainase Kawasan Gp. Lam Ara, Pembangunan Saluran Kawasan Kec. Lueng Bata dan Pembangunan Saluran Drainase Tgk. Diblang yang dibangun pada Tahun 2019. (Parlementaria)













