Aceh Barat – Bagi Mulia Dewi Novanda, siswa kelas 5 SDN Langung, Kabupaten Aceh Barat, membaca buku bukan sekedar mengisi waktu luang. Dari setiap halaman yang dibacanya, ia menemukan cerita baru, pengetahuan, dan imajinasi tentang dunia yang ingin dijelajahinya.
Namun, kegemarannya membaca selama ini belum sepenuhnya terfasilitasi karena terbatasnya koleksi buku yang tersedia di sekolah.
Kini, pengalaman itu mulai berubah. Kehadiran Pojok Baca yang diinisiasi PT Pertamina Trading and Services (Petras) membuat Dewi memiliki lebih banyak pilihan bacaan. Beragam buku cerita dan pengetahuan kini tersusun rapi di rak-rak buku yang tersedia di ruang baca sekolahnya.
“Dulu saya suka baca, tapi bukunya sedikit, jadi yang dibaca itu-itu saja. Sekarang bukunya banyak, ada buku cerita, ada buku pengetahuan juga. Saya jadi makin sering baca,” tutur Dewi dengan antusias.
Tak hanya menambah pilihan buku bacaan, kehadiran Pojok Baca juga menghadirkan kebiasaan baru bagi Dewi dan teman-temannya. Saat jam istirahat, ia kerap mengajak teman sekelasnya mengunjungi ruang baca untuk membaca bersama. Seusai membaca, mereka saling bercerita dan berbagi hal menarik dari buku yang telah dibaca.
Bagi Dewi yang bercita-cita menjadi dokter, kebiasaan sederhana tersebut menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus kesempatan untuk belajar bersama.
“Sekarang teman-teman juga ikut baca. Habis baca, kami suka cerita-cerita isi bukunya,” katanya sambil tersenyum.
Cerita Dewi menjadi salah satu gambaran manfaat Program Pojok Baca yang dihadirkan Petras melalui penyaluran bantuan sarana perpustakaan dan buku bacaan kepada SDN Langung dan SDN Peunaga, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (30/10).
Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.
Melalui program tersebut, Petras melakukan penataan ruang menjadi pojok baca yang lebih nyaman dan menarik, mulai dari pengecatan ruangan, penyediaan rak buku, hingga penyaluran koleksi bacaan edukatif dan Al Quran.
Secara keseluruhan, sebanyak 610 buku disalurkan untuk kedua sekolah, termasuk 30 buku hasil donasi Perwira atau sebutan bagi karyawan Petras yang bertugas di kantor pusat.
Kepala Perpustakaan SD Negeri Peunaga, Irhas, S. Pd. Mengakui dampak positif program Pojok Baca ini sangat luar biasa.
“Setelah adanya program pojok baca ini dengan banyak buku buku warna-warni, belum kita panggil aja anak-anak sudah duluan masuk ke perpustakaan untuk membaca dan mereka menceritakan kembali apa yang dia telah baca dengan antusiasnya. Bagi kami, ini bukan hanya pemberian rak dan buku, tetapi masa depan bagi anak anak”.
Di tempat terpisah,Corporate Secretary & Legal Manager PT Pertamina Trading and Services, Pramanti Putri, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi sosial perusahaan untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Mereka percaya, bahwa setiap anak memiliki potensi dan mimpi besar yang perlu didukung dengan kesempatan belajar yang memadai. Salah satunya melalui akses terhadap literasi dan lingkungan belajar yang menyenangkan.
“Kami berharap Pojok Baca ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengenal dunia, mengembangkan imajinasi, dan membangun kepercayaan diri melalui kegiatan membaca,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah buku maupun fasilitas yang disalurkan, tetapi juga dari bagaimana sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh siswa dan guru.
Karena itu, keterlibatan pihak sekolah menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas literasi serta menjadikan Pojok Baca sebagai bagian dari keseharian proses belajar mengajar.
Program Pojok Baca yang digagas anak perusahaan Pertamina Patra Niaga yang bergerak di bidang operatorship Stasiun Pengisian Bulk Epliji (SPBE) ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan pemerintah, yakni Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui dukungan terhadap terciptanya kesempatan belajar yang inklusif dan merata.
Program ini juga berkontribusi pada SDGs Tujuan 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan, dengan memperluas akses terhadap sumber pengetahuan dan fasilitas pendidikan bagi anak-anak, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Bagi Petras, menghadirkan Pojok Baca bukan semata tentang menyediakan ruangan dan buku, melainkan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh melalui pengetahuan.
Sebab, dari kebiasaan sederhana membuka lembar demi lembar buku, dapat tumbuh keberanian untuk bermimpi, kemauan untuk belajar, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Seperti Dewi, yang kini tak hanya memiliki lebih banyak buku untuk dibaca, tetapi juga teman-teman untuk berbagi cerita dan mimpi.













