HeadlinePolitik

PKS Aceh Perkuat Pemberdayaan Petani Lewat Duta Tani dan Sekolah Tani Ternak

×

PKS Aceh Perkuat Pemberdayaan Petani Lewat Duta Tani dan Sekolah Tani Ternak

Share this article
DPW PKS Aceh menggelar pelantikan Duta Tani Aceh yang dirangkai dengan kegiatan Sekolah Tani Ternak (STTN) dan Urban Farming di Banda Aceh, Minggu (25/10/2026). Foto: (Humas PKS Aceh)

BANDA ACEH – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Aceh mengikuti pengukuhan 10.000 Duta Tani Daerah yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10/2026). Agenda nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Pengukuhan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional itu dilakukan langsung oleh Presiden PKS, Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si., dan dihadiri sejumlah pengurus DPP PKS. Kegiatan berlangsung secara hybrid sehingga dapat diikuti jajaran pengurus PKS dari berbagai daerah, termasuk DPW PKS Aceh secara daring.

Di Aceh, kegiatan tersebut diikuti Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar Badruzzaman, didampingi Ketua Bidang Peternak dan Nelayan DPW PKS Aceh, Zulfikar Aziz, serta sejumlah pengurus lainnya. Pengurus DPD PKS dari kabupaten dan kota di Aceh juga turut berpartisipasi.

Sejalan dengan agenda nasional tersebut, DPW PKS Aceh turut melantik peserta Sekolah Tani Ternak (STTN) dan Urban Farming. Kegiatan itu dirangkai dengan penyerahan perlengkapan urban farming sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian dan peternakan berbasis masyarakat.

Program Sekolah Tani Ternak kali ini membekali peserta dengan pengetahuan budidaya ayam petelur dan urban farming. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha produktif, memanfaatkan lahan yang tersedia, serta mendukung ketersediaan pangan keluarga.

Program STTN dan Urban Farming telah menjangkau sejumlah daerah di Aceh, antara lain Aceh Besar, Bireuen, Sabang, Aceh Barat, Pidie Jaya, dan Lhokseumawe. Ke depan, program ini direncanakan terus diperluas agar dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

Ketua Bidang Peternak dan Nelayan DPW PKS Aceh, Zulfikar Aziz, mengatakan pengukuhan Duta Tani Daerah merupakan bagian dari upaya mendorong keterlibatan kader dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

“Melalui program Duta Tani Daerah, kami berharap tumbuh semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Zulfikar yang juga merupakan anggota DPRK Aceh Besar.

Menurutnya, partisipasi PKS Aceh dalam agenda nasional tersebut menjadi kesempatan untuk menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan dan potensi daerah. Dengan demikian, program yang dijalankan diharapkan mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi petani serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, tantangan sektor pertanian tidak hanya menyangkut peningkatan produksi, tetapi juga ketersediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, dan perluasan akses pasar bagi hasil pertanian.

Karena itu, keberadaan Duta Tani Daerah diharapkan dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara petani, pemangku kebijakan, komunitas, serta pelaku usaha.

“Petani membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dalam peningkatan kapasitas, penguatan usaha, maupun akses terhadap pasar. Kami berharap Duta Tani dapat mengambil peran dalam membangun kolaborasi dan mendorong solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani,” tambahnya.

Zulfikar menegaskan, program Duta Tani perlu dikembangkan sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Edukasi, pendampingan, dan penguatan jejaring antarpelaku pertanian menjadi bagian penting agar program tersebut dapat melahirkan inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar Badruzzaman, menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, membuka lapangan kerja, dan menopang perekonomian masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.

Menurut Ismunandar, penguatan sektor pertanian harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas petani dan upaya regenerasi agar semakin banyak generasi muda tertarik menekuni bidang pertanian sebagai usaha yang produktif dan memiliki prospek jangka panjang.

Ia berharap Duta Tani Daerah dapat menjadi wadah untuk menyerap aspirasi petani, memperkuat kolaborasi, serta mendorong lahirnya kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi pertanian Aceh.

Aceh, lanjutnya, memiliki potensi pertanian yang perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi, serta sinergi antara petani, pemerintah, wakil rakyat, komunitas, dan pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pertanian yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Melalui pengukuhan Duta Tani Daerah serta pengembangan Sekolah Tani Ternak dan Urban Farming, DPW PKS Aceh berharap keterlibatan masyarakat dalam sektor pertanian semakin luas. Upaya tersebut diharapkan berlanjut melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat.

Dengan penguatan program tersebut, Duta Tani Daerah diharapkan tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap sektor pertanian, tetapi juga mampu berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Aceh. (*)