BANDA ACEH – Dukungan terhadap bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031, Nasir Nurdin, terus bertambah menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh. Hingga Minggu (18/10/2026), Tim Pemenangan Nasir Nurdin mengklaim telah mengantongi 121 dukungan sementara dari anggota biasa PWI yang tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Jumlah tersebut jauh melampaui persyaratan minimal dukungan bagi bakal calon Ketua PWI Aceh. Tim pemenangan pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWI yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Nasir Nurdin untuk kembali memimpin organisasi profesi wartawan tersebut.
Ketua Tim Pemenangan Nasir Nurdin, Jufrizal Coy, mengatakan dukungan yang terus mengalir menjadi penyemangat bagi tim untuk bekerja maksimal menghadapi Konferprov XIII PWI Aceh.
“Hingga konferensi pers pada Sabtu siang, 17 Oktober 2026, dukungan sementara yang masuk sebanyak 118 dan jumlah itulah yang langsung kami serahkan ke SC Konferprov XIII PWI Aceh. Setelah itu dukungan terus masuk sehingga saat ini data sementaranya telah mencapai 121,” ujar Jufrizal Coy dalam siaran pers yang diterima, Minggu (18/10/2026).
Menurut Coy, berdasarkan ketentuan pencalonan, setiap kandidat Ketua PWI Aceh wajib memperoleh dukungan minimal 10 persen dari jumlah anggota biasa PWI yang memiliki hak suara.
Mengacu pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) Konferprov PWI Aceh 2026 yang berjumlah 320 orang, setiap bakal calon harus mengantongi sedikitnya 32 dukungan dengan sebaran minimal di lima kabupaten/kota.
“Jumlah 10 persen tersebut diambil dari DPS Konferprov PWI Aceh 2026 sebanyak 320 orang. Itu artinya diperlukan syarat minimal dukungan 32 orang dengan sebaran minimal lima kabupaten/kota,” jelas Coy didampingi Sekretaris Tim Pemenangan, Abdul Hadi.
Dengan perolehan sementara 121 dukungan, tim menilai Nasir Nurdin telah memperoleh dukungan awal yang cukup kuat untuk melangkah ke tahapan berikutnya, meskipun seluruh dokumen masih harus melalui proses verifikasi oleh panitia.
Pendaftar Pertama, Tim Siap Bekerja Maksimal
Jufrizal menjelaskan, Nasir Nurdin telah mengambil formulir dukungan beserta dokumen persyaratan pencalonan di Sekretariat Panitia Konferprov XIII PWI Aceh pada 5 Oktober 2026.
Sejak saat itu, tim pemenangan langsung bergerak melakukan konsolidasi, menghimpun dukungan, serta mempersiapkan seluruh dokumen administrasi yang dipersyaratkan panitia.
Kerja tim tersebut membuahkan hasil dengan dilakukannya pendaftaran Nasir Nurdin pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekaligus menjadi bakal calon pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia.
“Tim langsung bekerja mempersiapkan semua syarat yang ditentukan dan bisa mendaftar yang pertama pada 17 Oktober 2026 dengan membawa data sementara 118 dukungan,” ungkap Jufrizal yang turut didampingi dua penasihat tim, Muhammad Saleh dan Muhammad Balia.
Dokumen pendaftaran tersebut diserahkan oleh Jufrizal Coy kepada Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Verifikasi, Imran Joni, di Sekretariat Panitia Konferprov XIII PWI Aceh, Kantor PWI Aceh.
Menariknya, setelah proses pendaftaran dilakukan, dukungan dari anggota PWI di berbagai kabupaten/kota dilaporkan masih terus berdatangan, baik secara langsung kepada Nasir Nurdin maupun melalui tim pemenangan.
Kondisi tersebut, menurut tim, mencerminkan antusiasme anggota PWI dalam menyambut pesta demokrasi organisasi sekaligus menjadi modal penting bagi Nasir Nurdin dalam menghadapi persaingan pemilihan Ketua PWI Aceh periode mendatang.
Meski demikian, Jufrizal menegaskan seluruh dokumen dukungan yang telah disampaikan tetap menjadi kewenangan Steering Committee (SC) Konferprov XIII PWI Aceh untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan organisasi.
“Kita serahkan sepenuhnya semua data itu ke SC untuk proses verifikasi. Akan ada waktu perbaikan yang diberikan jika memang ada kesalahan. Pokoknya Tim Pemenangan Nasir Nurdin siap bekerja all out untuk meraih kemenangan secara terhormat,” tegas Jufrizal Coy.
Tim pemenangan juga berharap seluruh tahapan Konferprov XIII PWI Aceh dapat berlangsung secara demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan sesama insan pers.
Dengan dukungan yang terus bertambah, tim optimistis Nasir Nurdin mampu memperoleh kepercayaan anggota untuk kembali menakhodai PWI Aceh periode 2026–2031.
Namun, jumlah dukungan sementara tersebut belum dapat disamakan dengan perolehan suara dalam pemilihan, karena hasil akhir tetap ditentukan melalui mekanisme Konferprov PWI Aceh.(*)













