BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, kembali menginisiasi kegiatan Sosialisasi dan Pemberian Asupan Nutrisi untuk Anak sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di Kota Banda Aceh.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari di tiga gampong. Pada Senin (14/9/2026), pemberian asupan nutrisi menyasar anak-anak Gampong Laksana yang berlangsung di halaman Masjid Al Huda, gampong setempat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Selasa (15/9/2026) di Meunasah Gampong Lampulo. Sementara pada Rabu (16/9/2026), kegiatan digelar di Masjid Al Abrar, Gampong Lamdingin.
Program Sosialisasi dan Pemberian Asupan Nutrisi untuk Anak tersebut diadvokasi Farid Nyak Umar melalui Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Selama ini, Farid memang memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, melalui berbagai program yang diinisiasinya.
Antusiasme warga terlihat dalam pelaksanaan kegiatan. Sejumlah orang tua datang membawa bayi dan balita mereka untuk mengikuti sosialisasi serta mendapatkan edukasi terkait pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Selain memperoleh edukasi, para peserta juga membawa pulang satu talam bekal nutrisi yang berisi berbagai bahan makanan bergizi, di antaranya buah-buahan, sayur-sayuran, dan telur.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber juga memberikan edukasi mengenai pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI), termasuk pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi bayi dan balita sesuai dengan tahapan pertumbuhan mereka.
Farid Nyak Umar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak karena anak-anak merupakan fondasi masa depan daerah.
“Kualitas tumbuh kembang anak adalah indikator utama kemajuan suatu daerah. Anak yang sehat, cerdas, dan kuat tidak lahir begitu saja. Mereka tumbuh dari keluarga yang peduli, lingkungan yang mendukung, serta layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas,” ujar politisi PKS tersebut.
Farid menyebutkan, masa usia 0–5 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan anak. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi pada periode tersebut harus menjadi perhatian bersama.
“Lalu perlu diingat juga, bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut kecerdasan, produktivitas, dan masa depan generasi,” tambah Farid.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi dan pemberian asupan nutrisi tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai pembagian makanan tambahan, tetapi merupakan bagian dari upaya memastikan anak-anak di Banda Aceh memperoleh hak dasar berupa gizi yang cukup, lingkungan yang sehat, serta pendampingan tumbuh kembang secara berkelanjutan.
Farid juga menekankan pentingnya kesehatan ibu sebagai bagian tidak terpisahkan dari upaya membangun generasi yang sehat.
“Kesehatan ibu adalah titik awal seluruh siklus kehidupan. Ibu yang mendapatkan pendampingan kehamilan, edukasi gizi, dan dukungan psikologis akan melahirkan generasi yang lebih kuat,” lanjutnya.
Karena itu, sebagai wakil rakyat, Farid menyatakan akan terus memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui, pemeriksaan rutin melalui Posyandu, serta edukasi mengenai pola makan sehat dan kebersihan lingkungan.
“Bahkan yang juga penting adalah pendampingan emosional dan sosial bagi ibu, karena kesehatan mental ibu sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Farid mengatakan, Posyandu harus terus diperkuat sebagai ruang yang aman dan mudah diakses masyarakat, khususnya bagi ibu untuk bertanya, belajar, sekaligus memperoleh layanan dasar kesehatan.
“Di sinilah kepedulian pemerintah dan masyarakat bertemu,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini berada di garis depan dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada para kader Posyandu. Mereka bukan hanya relawan, tetapi penggerak perubahan perilaku kesehatan di masyarakat,” tambah Farid.
Menurutnya, melalui Posyandu dapat dilakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan anak, pemberian imunisasi, edukasi gizi keluarga, hingga deteksi dini terhadap berbagai risiko kesehatan ibu dan anak.
“Kader Posyandu adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menjaga masa depan generasi kita,” ujarnya.
Sebagai Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
Ia juga mendorong penguatan Posyandu sebagai pusat edukasi keluarga, memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah gampong, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan, serta memastikan program pencegahan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami percaya bahwa investasi pada kesehatan ibu dan anak adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Banda Aceh,” tutup Farid.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah narasumber dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Aceh.
Di Posyandu Harapan Ibu Gampong Laksana, materi disampaikan oleh Meiliza. Selanjutnya, kegiatan di Posyandu Cahaya Mata Gampong Lampulo menghadirkan dr. Khairunnisa, M.Gizi, Sp.GK.
Sementara itu, kegiatan di Posyandu Melati Gampong Lamdingin menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Nanda, Sp.OG dan dr. Bengi Muthmainnah. (*)













