DaerahHeadline

Buka RIAB Fair XIII, Bupati Muharram Idris Ajak Generasi Muda Aceh Tumbuh Cerdas, Peduli dan Berprestasi

×

Buka RIAB Fair XIII, Bupati Muharram Idris Ajak Generasi Muda Aceh Tumbuh Cerdas, Peduli dan Berprestasi

Share this article
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan sambutan dan sekaligus membuka RIAB Fair XIII yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Aceh di MA RIAB, Gampong Gue Gajah, Senin (14/9/2026). FOTO: (MC ACEH BESAR).

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris membuka secara resmi RIAB Fair XIII di Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (14/9/2026).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Muharram Idris setelah menyampaikan sambutan di hadapan jajaran pengelola RIAB, peserta, tamu undangan, dan ratusan santri.

RIAB Fair XIII yang mengusung tema “Brave” menjadi salah satu ruang kompetisi dan pengembangan potensi pelajar dari berbagai daerah di Aceh. Kegiatan tersebut mempertemukan seribuan peserta untuk berkompetisi sekaligus untuk mempererat silaturahmi antar pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Muharram Idris menyampaikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan melibatkan pelajar dari berbagai daerah di Aceh.

Menurutnya, kehadiran para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh merupakan kesempatan berharga untuk membangun semangat persaudaraan sekaligus mengembangkan kemampuan diri.

“Acara ini bukan hanya ajang perlombaan, tapi perlu dilakukan yaitu untuk memberi rangsangan kepada siswa-siswa yang lainnya supaya mereka lebih yakin, lebih tekun dalam menuntut ilmu,” ujar Muharram.

Pria yang akrab disapa Syech Muharram itu menegaskan, semangat mengikuti kompetisi tidak semestinya hanya berorientasi pada hadiah atau piala. Lebih dari itu, setiap peserta diharapkan mampu menjadikan RIAB Fair sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghargai proses dan kebersamaan.
“Jadi bukan karena hadiahnya, bukan karena pialanya, tampilkanlah rasa kebersamaan,” imbaunya.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Aceh Besar. Ia berharap kompetisi tersebut berlangsung secara sehat dan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Yang pertama saya ucapkan selamat datang di Aceh Besar. Yang kedua, selamat berkompetisi. Mudah-mudahan kompetisi ini adalah kompetisi yang sehat yang melahirkan anak-anak yang cerdas dan anak-anak yang peduli,” ujar Muharram.

Sementara itu, Direktur MA RIAB, Riadhi SPd, mengatakan RIAB Fair XIII diikuti sebanyak 3.113 peserta dari jenjang MTs, SMP, SMA, MA dan peserta umum dari seluruh Provinsi Aceh.

Kegiatan itu menghadirkan berbagai cabang perlombaan yang mencakup bidang agama, keilmuan, olahraga dan seni. Untuk tingkat SMA/MA terdapat 12 cabang lomba, tingkat MTs/SMP sebanyak 20 cabang, serta empat cabang untuk kategori umum.

Riadhi menjelaskan, RIAB Fair tidak hanya dirancang sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan ruang kepada pelajar dalam mengembangkan bakat, kemampuan, keberanian dan karakter positif.

Salah satu keistimewaan RIAB Fair XIII adalah apresiasi bagi para peserta berprestasi melalui berbagai bentuk penghargaan, termasuk golden ticket bagi juara umum serta dukungan pendidikan bagi para juara cabang Tilawatil Quran dan Tahfidzul Quran.

Ketua Komite MA RIAB Prof. Syahrizal Abbas turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan RIAB Fair XIII. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi lahan penting untuk mengasah kemampuan intelektual sekaligus mengembangkan potensi nonakademik para pelajar.
“Ini adalah lahan mengasah kemampuan intelektual,” kata Syahrizal.

Ia menyebutkan, beragam kompetisi seperti cerdas cermat, Tilawatil Quran, Tahfidzul Quran, olahraga dan seni memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menurutnya, menang dan kalah merupakan bagian dari kompetisi. Hal yang lebih penting adalah keberanian peserta untuk tampil, belajar, membangun pengalaman, serta menjadikan kompetisi sebagai bekal menghadapi masa depan.

Syahrizal juga menekankan pentingnya RIAB Fair sebagai wadah silaturahmi antarpelajar dari seluruh Aceh. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga membutuhkan jaringan, dukungan dan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.

“Ini adalah ajang silaturahmi. Kita mau besar, enggak mungkin sendiri,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan para pelajar dalam RIAB Fair XIII dapat menjadi awal lahirnya jejaring positif yang terus terbangun hingga mereka menempuh pendidikan dan karier di masa depan.

“Antara yang ada mengikuti kompetisi ini, nanti ada yang jadi master, ada jadi doktor, ada jadi profesor, ada jadi bupati, ada walikota, ada camat, bahkan mungkin juga ada menjadi menteri,” katanya.

Kegiatan RIAB Fair XIII berlangsung dengan dukungan Yayasan MA RIAB, Kementerian Agama, Kanwil Kemenag, komite sekolah, para donatur serta berbagai pihak lainnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi generasi muda Aceh untuk berprestasi, membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang unggul.

Pembukaan RIAB Fair XIII turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, Ketua Dewan Pembina Yayasan RIAB H. Alamsyah Umar beserta jajaran, unsur TNI dan Polri, Muspika Darul Imarah, perangkat Gampong Gue Gajah, serta para santri dan peserta kegiatan.(*)