DaerahHeadline

Sambangi Rektor USK, Tokoh Aceh Tamiang Gagas Pendirian Politeknik Daerah

×

Sambangi Rektor USK, Tokoh Aceh Tamiang Gagas Pendirian Politeknik Daerah

Share this article
Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. menerima kunjungan sejumlah tokoh masyarakat Aceh Tamiang di ruang kerja Rektor USK, Senin (11/5/2026). Foto: (Humas USK).

BANDA ACEH — Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang menyambangi Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., guna membahas rencana pendirian sebuah politeknik di daerah tersebut. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja rektor, Senin (11/5/2026), menjadi langkah awal dalam upaya menghadirkan institusi pendidikan vokasi yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh Tamiang.

Rombongan yang dipimpin Hamdan Sati itu secara khusus meminta dukungan dan pendampingan dari USK agar bersedia menjadi “bapak angkat” bagi calon Politeknik Aceh Tamiang. Mereka menilai, kehadiran perguruan tinggi vokasi sangat dibutuhkan untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Hamdan Sati menyampaikan bahwa dukungan kepakaran dan pengalaman USK menjadi faktor penting agar rencana besar tersebut dapat berjalan sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

“Kami sangat berharap USK dapat menjadi bapak angkat bagi politeknik ini. Tanpa dukungan dan bimbingan dari USK, tentu langkah kami akan jauh lebih berat,” ujar Hamdan Sati.

Menanggapi hal itu, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani menyatakan bahwa pada prinsipnya USK siap memberikan dukungan, terutama dalam penyediaan pendampingan sumber daya manusia dan konsultasi akademik. Namun, ia menegaskan bahwa pendirian perguruan tinggi tidak bisa dilakukan hanya dengan semangat semata, melainkan harus dibarengi kesiapan yang matang.

“USK memiliki banyak tenaga ahli, mulai dari doktor hingga profesor yang siap membantu. Tetapi semua harus dibuktikan dengan persiapan yang serius dan kerja nyata,” kata Prof. Mirza.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal operasional, pihak penggagas setidaknya harus menyiapkan minimal 15 dosen guna memenuhi kebutuhan tiga program studi yang direncanakan.

Selain itu, Prof. Mirza juga mengingatkan pentingnya menentukan identitas institusi melalui nama yang representatif dan mencerminkan karakter daerah. Menurutnya, politeknik yang akan dibangun nantinya tidak memungkinkan menggunakan nama USK.

“Nama institusi harus segera dirumuskan bersama agar memiliki identitas daerah yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor USK menyoroti tantangan terbesar dalam pengelolaan perguruan tinggi, yakni menjaga keberlanjutan mutu dan akreditasi. Ia menilai, banyak institusi pendidikan gagal berkembang karena kurangnya komitmen jangka panjang dari pengelolanya.

“Jangan hanya semangat di awal. Jika pengelolaan tidak serius, maka akreditasi akan bermasalah dan jumlah mahasiswa juga sulit berkembang,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Prof. Mirza menyebutkan bahwa dirinya akan mencoba menjembatani komunikasi dengan pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk melihat peluang dan langkah teknis berikutnya.

“Saya akan mencoba berkomunikasi ke tingkat Dirjen. Dalam waktu satu bulan ke depan akan saya informasikan kembali perkembangan dan langkah yang bisa ditempuh,” tambahnya.

Rencana pendirian politeknik ini disambut optimistis oleh para tokoh Aceh Tamiang. Mereka berharap, jika seluruh proses administrasi dan persyaratan dapat dipenuhi sesuai arahan, maka politeknik tersebut sudah dapat mulai beroperasi pada tahun depan.

Kehadiran politeknik di Aceh Tamiang diyakini tidak hanya akan memperluas akses pendidikan tinggi vokasi, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja lokal yang siap bersaing di dunia industri dan pembangunan daerah.(*)