DaerahHeadline

Aceh Besar Dilanda Cuaca Panas, BPBD Imbau Warga Waspada Karhutla

×

Aceh Besar Dilanda Cuaca Panas, BPBD Imbau Warga Waspada Karhutla

Share this article
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil. Foto: (MC Aceh Besar).

Aceh Besar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyampaikan bahwa suhu di wilayah Aceh Besar saat ini berkisar antara 31 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh peralihan menuju musim kemarau yang telah berlangsung sejak akhir Januari lalu.

“Dalam beberapa hari terakhir hingga ke depan, suhu udara di Aceh Besar cukup panas. Ini karena kita sudah memasuki masa kemarau, sehingga intensitas awan berkurang dan sinar matahari lebih dominan,” ujar Ridwan Jamil, di Kota Jantho, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, posisi matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa turut memicu peningkatan suhu di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Sabang. Minimnya pembentukan awan juga menyebabkan panas terasa lebih menyengat di siang hari.

Selain itu, BPBD juga memantau munculnya sejumlah titik panas di wilayah Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan apabila tidak diantisipasi secara serius.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran, terutama saat membersihkan lahan atau kebun, yang berisiko menyebabkan api meluas dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apapun. Hal ini penting untuk mencegah kebakaran yang bisa meluas dan berdampak besar terhadap lingkungan maupun keselamatan warga,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Aceh Besar bersama petugas pemadam kebakaran telah menyiagakan personel di sejumlah titik. Sedikitnya 10 pos siaga disiapkan untuk memantau kondisi wilayah serta memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Ridwan menambahkan, kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

“Kami telah menyiagakan personel di 10 pos yang ada. Ini untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan penanganan dapat dilakukan secara cepat jika terjadi kebakaran,” pungkasnya.(*)