Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menutup rangkaian kegiatan Daurah Qur’an Ramadan di Kampus (RDK) XII Tahun 2026 yang dipusatkan di Masjid Jami’ Darussalam, Jumat (13/3/2026) malam. Penutupan kegiatan tersebut ditandai dengan prosesi wisuda terhadap 55 peserta yang telah menyelesaikan pembinaan intensif Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kampus sekaligus menegaskan komitmen USK dalam membentuk generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani yang kuat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, panitia, serta pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, program Daurah Qur’an Ramadan di Kampus merupakan salah satu program strategis yang berperan penting dalam membangun integritas, karakter, serta kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa. Program RDK tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Mustanir.
Ia menambahkan bahwa USK terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan karakter yang seimbang antara penguatan intelektual dan spiritual. Hal tersebut menjadi bagian dari visi kampus dalam mencetak lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
Pada penyelenggaraan tahun ke-12 ini, RDK tampil lebih inklusif dan berdampak luas. Program tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa USK, tetapi juga berhasil menjangkau kalangan pengelola masjid dan aktivis dakwah dari berbagai daerah.
Melalui Forum Remaja Masjid dan Masjid Manager yang merupakan hasil kolaborasi antara USK, Rumah Amal Salman ITB, serta Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), kegiatan ini mampu menarik minat peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, program ini juga diikuti oleh pengurus masjid komunitas Indonesia di Jepang yang bergabung secara daring.
Hal ini menunjukkan bahwa program pembinaan Al-Qur’an yang digagas USK tidak hanya memberikan manfaat bagi civitas akademika kampus, tetapi juga mampu menjangkau komunitas muslim Indonesia di luar negeri.
Selain fokus pada pembinaan Al-Qur’an, kegiatan RDK XII juga mengintegrasikan berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui pengiriman delegasi UKM Rumah Qur’an USK ke Desa Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya, yang merupakan wilayah penyintas bencana.
Selama tujuh hari, para mahasiswa terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Program tersebut meliputi pelatihan pemulasaraan jenazah (tajhiz mayit), pembelajaran bahasa Arab, penguatan literasi Al-Qur’an, hingga edukasi literasi digital bagi masyarakat setempat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan pendidikan di lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, edukasi bagi generasi muda juga menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan RDK XII. Melalui kerja sama dengan BKKBN Aceh dan Wardah, panitia menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti Marriage Edu-Fest dan Kajian An-Nisa.
Program ini memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait persiapan membangun keluarga yang sehat, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus mengedukasi mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan kehidupan keluarga sejak dini.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jami’ Darussalam, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC., IPU ASEAN Eng, berharap para wisudawan dan wisudawati yang telah mengikuti program tersebut dapat terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa interaksi yang konsisten dengan Al-Qur’an akan menjadi fondasi penting dalam membangun pribadi yang kuat secara spiritual dan moral.
“Semoga para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti berinteraksi dengan Al-Qur’an setelah program ini berakhir.
Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membimbing setiap langkah, baik dalam aktivitas akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan RDK XII, mulai dari Rumah Amal USK, BKKBN Aceh, Wardah, berbagai UKM internal kampus, hingga para relawan dan mitra kolaborasi lainnya.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak tersebut telah membuat syiar Ramadan di lingkungan kampus USK tahun ini berjalan dengan sangat baik serta memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan RDK XII, diharapkan semangat pembelajaran Al-Qur’an yang telah tumbuh selama Ramadan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya akademik di Universitas Syiah Kuala, sekaligus melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa.(*)













