BeritaDaerah

Banjir Putuskan Jalan Jambak–Sikundo, PUPR Tangani Akses Alternatif

×

Banjir Putuskan Jalan Jambak–Sikundo, PUPR Tangani Akses Alternatif

Share this article
Akses jalan penghubung Gampong Jambak menuju Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat kembali putus akibat banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu hingga Kamis dini hari, 19 Februari 2026.

Meulaboh – Akses jalan penghubung Gampong Jambak menuju Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat kembali putus akibat banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu hingga Kamis dini hari, 19 Februari 2026.

Ruas jalan tersebut putus di titik ketiga, tepatnya pada badan jalan baru yang sebelumnya dibangun pasca banjir besar akhir November 2025 lalu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi kerusakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat Fadly Octora, ST melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi mengatakan putusnya jalan terjadi karena derasnya debit air sungai yang menggerus badan jalan.

“Ruas jalan Jambak–Sikundo putus di titik ketiga, pada badan jalan baru yang kita buat agar bisa tembus ke Desa Sikundo,” ujar Beni, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan kerusakan terjadi karena belum adanya tebing sungai atau tanggul pengaman yang mampu menahan arus air saat hujan deras. Akibatnya, mobilitas masyarakat kembali terganggu dan warga sempat terisolir.

Sebagai langkah darurat, PUPR Aceh Barat langsung membuka dan memperbaiki jalan alternatif yang berada tidak jauh dari lokasi banjir.

“Hari ini kita kerahkan alat berat untuk penanganan jalan alternatif agar warga Sikundo tidak terkurung. Insyaallah besok selesai, namun jalan ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” jelasnya.

Menurutnya, badan jalan yang dibangun pasca banjir tahun lalu hanya bersifat sementara karena keterbatasan anggaran daerah sehingga belum cukup kuat menahan arus sungai saat hujan deras.

“Maka agar tidak terputus lagi perlu dibangun tebing sungai atau tanggul penahan,” tambahnya.

Pihaknya menilai pembangunan tanggul permanen membutuhkan anggaran besar sehingga memerlukan dukungan pemerintah pusat.

“Untuk pembangunan tanggul pengaman sungai diperlukan bantuan pemerintah pusat karena tidak memungkinkan ditanggulangi dengan anggaran daerah yang terbatas,” pungkas Beni. (*)