HeadlinePariwara

Gampong Kuta Timu Arahkan Dana Desa 2026 untuk Kesejahteraan dan Wisata Berbasis Masyarakat

×

Gampong Kuta Timu Arahkan Dana Desa 2026 untuk Kesejahteraan dan Wisata Berbasis Masyarakat

Share this article

PARIWARA

Suasana Pantai Kuta Timu, Sabang, dengan latar laut biru dan perahu nelayan yang bersandar. Kawasan ini menjadi salah satu potensi wisata berbasis gampong yang terus dikembangkan. Foto: (Dispar Sabang).

SABANG – Pemerintah Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, Sabang, menetapkan tujuh prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus penguatan potensi wisata berbasis gampong. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pembangunan yang inklusif serta memperkuat posisi desa sebagai bagian dari ekosistem pariwisata kota.

Keuchik Gampong Kuta Timu, Tesar Heryadi, menjelaskan bahwa arah kebijakan dana desa tahun ini disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta potensi lokal yang dimiliki gampong. Menurutnya, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap menjadi prioritas guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. BLT dinilai penting untuk membantu keluarga penerima manfaat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“BLT masih menjadi salah satu prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan daya beli warga tetap terjaga,” ujar Tesar, Rabu (11/2/2026).

Selain itu, penguatan ketahanan iklim desa menjadi perhatian utama pemerintah gampong. Sebagai wilayah pesisir yang dekat dengan kawasan wisata, masyarakat Kuta Timu rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan air laut. Melalui program ini, pemerintah desa mendorong upaya mitigasi dan adaptasi berbasis komunitas.

Di sektor kesehatan, gampong terus memperkuat layanan dasar, khususnya dalam upaya penurunan stunting. Data terbaru menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Jika pada 2025 tercatat 11 anak mengalami stunting, maka pada 2026 jumlahnya turun menjadi 4 anak. Sementara itu, terdapat 9 anak yang masuk kategori berisiko dan terus dipantau melalui program intervensi gizi dan pendampingan keluarga.

Penurunan angka tersebut menjadi indikator keberhasilan kolaborasi antara aparatur gampong, kader kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah desa memastikan program kesehatan tetap berjalan berkelanjutan melalui penyuluhan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta dukungan nutrisi bagi keluarga rentan.

Tak hanya berfokus pada kesejahteraan sosial, Dana Desa 2026 juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Program ini bertujuan mendukung kebutuhan konsumsi lokal sekaligus membuka peluang usaha kuliner berbasis produk desa.

Melalui pengelolaan BUMG, masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha pangan lokal yang dapat dipasarkan kepada wisatawan. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi warga sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang autentik.
Program padat karya desa juga menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran. Kegiatan ini difokuskan pada penataan lingkungan dan pembangunan infrastruktur kecil, seperti perbaikan saluran air, akses jalan lingkungan, serta fasilitas pendukung kawasan wisata gampong.

Pendekatan padat karya tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga membuka lapangan kerja sementara bagi warga setempat. Dengan demikian, manfaat Dana Desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan sekaligus perbaikan lingkungan.

Di era digital, pemerintah gampong juga mengambil langkah strategis dengan menyediakan layanan WiFi gratis di Rumah Limas. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan warga untuk akses informasi, kegiatan belajar, hingga promosi produk lokal melalui media sosial.

Keberadaan infrastruktur digital tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati akses internet untuk berbagi pengalaman mereka secara daring, sehingga membantu promosi destinasi secara organik.
Aspek kebersihan dan keamanan desa turut menjadi perhatian serius.

Pemerintah gampong menjalankan program kebersihan rutin serta membentuk Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang bertugas melakukan ronda malam. Upaya ini bertujuan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Menanggapi langkah tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menilai Gampong Kuta Timu memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai desa wisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, kombinasi antara program ketahanan pangan, kebersihan lingkungan, infrastruktur digital, dan keamanan desa merupakan elemen penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas.

“Gampong Kuta Timu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Program ketahanan pangan bisa menjadi wisata kuliner lokal, sementara penataan lingkungan dan kebersihan menjadi nilai tambah bagi kenyamanan wisatawan,” ujar Harry.

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata siap mendampingi pengembangan potensi wisata gampong, mulai dari promosi, peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, hingga pengemasan paket wisata berbasis budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Sinergi antara pembangunan desa dan pengembangan pariwisata diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan. Dengan pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran serta partisipasi aktif masyarakat, Gampong Kuta Timu optimistis dapat tumbuh sebagai destinasi wisata unggulan di Sabang.

Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, kebersihan lingkungan, dan pelayanan yang ramah, gampong ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warganya, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata bahari dan desa wisata yang berdaya saing di ujung barat Indonesia.(*)