BANDA ACEH — Harga emas di Kota Banda Aceh kembali melonjak tajam pada Rabu, 28 Januari 2026. Harga emas per mayam tercatat mencapai Rp9.210.000, belum termasuk ongkos pembuatan, dan menjadi rekor tertinggi sepanjang Januari 2026.
Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabirah, mengatakan lonjakan harga emas kali ini tergolong sangat signifikan. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan, yang biasanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan.
“Kalau ditambah ongkos pembuatan, tentu harganya bisa lebih tinggi lagi. Kenaikan ini sangat dipengaruhi kondisi global,” kata Dava.
Menurutnya, meningkatnya permintaan emas dunia menjadi salah satu faktor utama. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China saat ini banyak memborong emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, memanasnya ketegangan geopolitik internasional, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, turut mendorong harga emas terus mengalami kenaikan.
“Kondisi geopolitik global yang tidak stabil membuat investor beralih ke emas. Hal ini menyebabkan harga emas naik cukup tajam,” ujarnya.
Dava menambahkan, minat masyarakat di Banda Aceh untuk membeli emas juga masih sangat tinggi. Saat ini, sekitar 90 persen masyarakat memilih membeli emas, sementara hanya 10 persen yang menjual.
Sementara itu, harga emas Antam pada hari yang sama tercatat berada di angka Rp3.305.000 per gram.
Ia memperkirakan harga emas ke depan masih berpotensi terus meningkat dan pergerakannya sangat fluktuatif. Bahkan, perubahan harga bisa terjadi bukan hanya per hari, tetapi juga dalam hitungan jam hingga menit.
“Kalau ada dana, sebaiknya membeli emas karena tren harga ke depan masih berpeluang naik,” pungkasnya. (*)













