HeadlineRagam

BMKG: Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang Masih Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

×

BMKG: Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang Masih Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

Share this article
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Anang Heriyanto, M.Si. Foto: (Suara Aceh).

Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa wilayah Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Sabang masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Anang Heriyanto, M.Si, mengatakan untuk hari ini potensi hujan di ketiga wilayah tersebut masih cukup signifikan.
“Untuk Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang, pada hari ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas bervariasi antara sedang hingga lebat,” ujar Anang, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, dalam satu hingga dua hari ke depan potensi hujan masih tetap ada, meskipun intensitasnya dapat bervariasi mulai dari ringan hingga lebat.
“Dalam dua hari ke depan, potensi hujan masih terjadi dengan intensitas yang bervariasi, tergantung dinamika atmosfer yang berkembang,” jelasnya.

Anang menerangkan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah sebelah barat Provinsi Aceh, tepatnya di Samudera Hindia. Fenomena ini menyebabkan terbentuknya belokan angin di wilayah Aceh.
“Selain itu, kondisi Monsun Asia saat ini juga tergolong sangat aktif, sehingga membawa uap air dalam jumlah besar. Hal ini mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Provinsi Aceh,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga juga disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai angin kencang.
“Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca karena perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal BMKG,” pungkas Anang.(*)