Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi cuaca di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, secara umum diprakirakan relatif kondusif dalam sepekan ke depan menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut disampaikan Direktur Informasi Publik BMKG, Andri Ramdhani, dalam pemaparan pembaruan kondisi cuaca nasional.
Ia menjelaskan, meskipun terjadi peningkatan curah hujan seiring aktifnya Monsun Asia, intensitas hujan di ketiga provinsi tersebut mayoritas berada pada kategori ringan, dengan beberapa wilayah tertentu berpotensi hujan sedang pada waktu-waktu tertentu.
“Untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam sepekan ke depan kondisi cuaca relatif kondusif. Namun tetap perlu kewaspadaan di beberapa kabupaten yang berpotensi hujan sedang hingga lebat pada hari tertentu,” ujar Andri.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak diperbarui di media sosial, khususnya terkait isu siklon tropis. Saat ini, siklon tropis Grand yang berkembang dari bibit siklon 93S tidak berdampak langsung terhadap pola cuaca di Indonesia. Dampaknya bersifat tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi, terutama di perairan barat Bengkulu–Lampung serta selatan Banten hingga Jawa Timur.
Selain itu kata Andri, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini terbukti mampu menurunkan intensitas curah hujan sekitar 15–20 persen, sehingga mendukung kelancaran proses pemulihan dan rehabilitasi pascabencana di lapangan.
Andri Menambahkan, Secara nasional sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kondisi cuaca relatif kondusif saat Nataru. Namun sejumlah provinsi seperti Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Papua Selatan perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat.
Pada kesempatan itu, Andri mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, longsor, dan gelombang tinggi, terutama di wilayah rawan bencana dan pesisir. Masyarakat juga diminta merencanakan aktivitas perjalanan darat, laut, dan udara dengan lebih hati-hati serta selalu merujuk pada informasi resmi BMKG melalui aplikasi Info BMKG dan situs web resmi BMKG.(*)













